Minggu, 11 Okt 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Hasil Kerja 7 BUMD Riau Dipetakan, 2 Stagnan, 2 Menurun dan 1 Tidak Sehat, Ini Rinciannya

ekonomi

Hasil Kerja 7 BUMD Riau Dipetakan, 2 Stagnan, 2 Menurun dan 1 Tidak Sehat, Ini Rinciannya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 14 Sep 2026 16:07
Tribunpekanbaru.com
PEKANBARU â€" Rapor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Riau menunjukkan kondisi yang beragam.

Dari tujuh perusahaan yang dipetakan, dua BUMD mencatat kinerja positif, dua stagnan, dua mengalami penurunan, dan satu masuk kategori tidak sehat.

Pemetaan tersebut menjadi bagian dari arah penguatan dan penyehatan BUMD Pemprov Riau.


Pemerintah melihat kondisi masing-masing perusahaan berdasarkan kinerja usaha, keuangan, aset, permodalan hingga persoalan yang masih membebani perusahaan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan kondisi setiap BUMD tidak bisa disamaratakan.

Masing-masing perusahaan memiliki persoalan dan potensi berbeda.

“Memang kondisinya berbeda-beda. Ada yang sudah tumbuh positif, ada yang masih stagnan. Ada juga yang kinerjanya menurun dan perlu kita benahi,” kata Syahrial.

Berikut rinciannya:

Kategori Kondisi Stagnan

Dua BUMD yang masuk kategori stagnan adalah PT Riau Petroleum dan PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER).

Riau Petroleum dinilai masih memiliki kinerja operasional yang relatif stabil.

Salah satu sumber pendapatannya berasal dari Participating Interest (PI) 10 persen.

Namun, perusahaan tersebut dinilai belum menunjukkan diversifikasi bisnis yang signifikan.

Kondisi itu membuat peluang mendapatkan sumber keuntungan baru masih perlu diperluas.

Sementara PT Permodalan Ekonomi Rakyat juga berada dalam kategori stagnan.

Kinerja keuangannya relatif stabil melalui kegiatan pembiayaan mikro.
Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan tingkat kemacetan pengembalian pinjaman atau Non-Performing Loan (NPL).

Keterbatasan kapasitas permodalan juga menjadi kendala untuk melakukan ekspansi usaha.

“Yang stagnan ini bukan berarti tidak berjalan. Usahanya tetap ada, tetapi pertumbuhannya belum maksimal. Ini yang harus kita lihat lagi ruang pengembangannya,” ujar Syahrial.

Kategori Penurunan Kinerja

Selain dua perusahaan stagnan, Pemprov Riau juga mencatat dua BUMD mengalami penurunan kinerja.

Keduanya yakni PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR).

Berdasarkan pemetaan Pemprov Riau, dua perusahaan tersebut mengalami penurunan efisiensi usaha dan profitabilitas.

Kondisi perusahaan juga dipengaruhi beban utang maupun kewajiban dari masa lalu.

Persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam upaya memperbaiki kinerja perusahaan.

Kategori Tidak Sehat

Kategori paling berat terdapat pada satu BUMD yang dinyatakan tidak sehat.

Perusahaan tersebut juga tidak lagi beroperasi aktif.

Kondisinya dipengaruhi kerugian akumulatif, persoalan struktur permodalan dan tata kelola masa lalu.

Beban kewajibannya juga jauh melebihi nilai aset produktif yang dimiliki.

Kategori Kinerja Positif
Di sisi lain, dua BUMD menunjukkan kinerja positif.

PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) dinilai menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan aset daerah.

Pertumbuhannya didorong perluasan pangsa pasar perbankan syariah.
Efisiensi penyaluran pembiayaan serta optimalisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menjadi faktor pendukung.

PT Jamkrida Riau juga masuk kategori positif.

Perusahaan menunjukkan tren peningkatan laba dan produktivitas aset.


Kinerja itu ditopang peningkatan volume penjaminan kredit UMKM.

Kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan turut mendukung pertumbuhan perusahaan.

Langkah Selanjutnya
Syahrial mengatakan pemetaan tersebut akan menjadi dasar pemerintah menentukan perlakuan terhadap setiap BUMD.

Perusahaan berkinerja positif akan didorong terus berkembang. BUMD stagnan diarahkan mencari ruang pertumbuhan dan diversifikasi bisnis.

Sedangkan BUMD yang mengalami penurunan membutuhkan perbaikan lebih serius.


Evaluasi dapat menyentuh model bisnis, efisiensi, keuangan hingga penyelesaian kewajiban lama.

“Yang sudah bagus tentu kita perkuat. Yang stagnan kita dorong supaya tumbuh. Kalau yang menurun atau tidak sehat, tentu harus kita cari akar masalahnya dan tentukan langkah penyehatannya,” kata Syahrial. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1114984/hasil-kerja-7-bumd-riau-dipetakan-2-stagnan-2-menurun-dan-1-tidak-sehat-ini-rinciannya?page=3

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.