Sekda Rohul Berterima Kasih Untuk Diskusi Publik Yang Digelar UPP
Laporan : fahrin Waruhu
Rabu, 30 Okt 2019 18:27
ROKAN HULU - Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya,Diskusi Publik , "20 Tahun Rohul, Masikah Kita Miskin? dilaksakan di Aula Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Rabu, (30/10)2019).Diskusi ini terkait angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih yang tertinggi di Provinsi Riau, yakni bertengger pada angka 10.91 persen dari data penduduk sesuai data Badan Pusat Stastik (BPS) Rokan Hulu.
Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Rohul juga masih rendah yakni pada angka 68, sementara Provinsi Riau sudah pada Angka 70 sesuai penyampaian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hulu.
Diskusi ditaja UPP, hadir Rektor UPP Dr. Adolf Bastian, M. Pd bersama dosen lainnya, Ketua Koni Rohul Khairul Fahmi, dengan moderator Lufita Nur Alfiah M.Si, Penelis masing-masing ada Kepala BPS Rokan Hulu Harri Prasetyo SST MSi, Legislatif Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra ST, perwakilan akademisi atau tokoh masyarakat Riau Prof DR Irwan Effendi, Mantan Sekda dan mantan Ketua Bappeda Rohul dan Asisten II Pemprov Riau H Masperi, Dekan Fakultas Ekonomi UP Arrafiqurrahman, SE MM.
Dari Pemkab Rokan Hulu Sekda H. Abdul Haris S.Sos, M.Si mewakili Bupati Sukiman, Kepala Dinas Prawisata dan Kebudayaan Drs.Yusmar M.Si, perwakilan, Dinas Sosial PPPA, Dinas Perkebunan dan Perikanan. Peserta dari Organisasi Kepemudaan, Organisasi Wartawan, Partai Politik, Aktifis, LSM dan Mahasiswa.
Kepala BPS Rohul Harri Prasetyo mengatakan data angka kemiskinan yang saat ini yang menjadi bahan diskusi merupakan data yang sah sesuai hasil foto BPS Rokan Hulu seluruh wilayah Rokan Hulu."Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Panel Modul Konsumsi dan Kor," katanya.
Terlihat selama diskusi secara bergantian diberi waktu oleh mederator dari 1-5 sejumlah peserta memberikan pandangan serta masukan dalam rangka menanggapi angka kemiskinan di Rokan Hulu hingga masukkan untuk bagaimana cara mengurangi angka kemiskinan itu sendiri kedepan. Sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
"Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melakukan langkah positif untuk mengurangi angka kemiskinan yang sudah sama-sama kita diskusikan ini," kata beberapa peserta.
Sementara itu Sekda Abdul Haris mangaku BPS miliki satu data angka kemiskinan dan data tersebut tidak diragukan, memang BPS miliki kewenangan dalam melakukan foto di wilayah Rohul, namun kata Sekda Pemkab Rohul terus melakukan program menyentuh kepada masyarakat.
Sesuai datanya dari tahun 2014 12.03, 2011 10.66, 2012 10.12, 2013 10.56, 2014 10.13, 2015 10.05, 2016 11.05 2017 10 .91 2018 10.95 persen dan Kemiskinan berbagai jenis, sedangkan penghambat menekan angka kemiskinan, juga karena terbatas Insfratruktur, namun hal ini yang akan kita tingkatkan lagi kedepan.
"Sementara meningkatnya angka kemiskinan, juga bisa dari perkembangan penduduk," katanya.Sekda mewakili Bupati Sukiman juga mengaku bahwa Pemerintah Rokan Hulu mengucapkan terima kasih terhadap adanya kegiatan diskusi ditaja UPP yang luar biasa. Pihaknya sudah mendengarkan berbagai pendapat, tanggapan dan masukan, mulai dari data-data ini kan data BPS yang memang sesuai undang-undang 39 2019 BPS adalah pemegang data-data di Indonesia terutama pada data statistik.
"Jadi kita menanggapi dengan positif kegiatan hari ini dan seluruh masukan akan kita coba nanti bicarakan di tingkat OPD yang ada. Terhadap masukan-masukan dari akademisi maupun beberapa tokoh tokoh, Ya tentu kita akan tindaklanjuti," tutur Sekda Rohul dalam wawancaranya.
Pemerintah Rokan Hulu sudah melakukan beberapa upaya terobosan sifatnya mulai dari pemenuhan infrastruktur namun sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, dan memang masih ada yang tidak sesuai harapan.
Ditahun di tahun 2017-2018 sudah membangun Jalan aspal kurang lebih 150 KM. Peningkatan ekonomi masyarakat juga sudah berbagai program sudah dilakukan seperti Koperasi UKM dan BUMDes serta ekonomi kreatif.
Ditema ini, jelasnya ekonomi ekonomi kreatif yang kita dorong lagi serta program pemberdayaan supaya bisa meningkatkan ekonomi pada masyarakat. Sedangkan data masyarakat miskin yang miliki hak penerima berbagai bantuan juga sudah dilakukan validasi data dan sudah kita kirim ke Pusdatin pusat data terpadu di Jakarta yang akan nanti turun untuk perbaikan.
"Data ini sangat berguna bagi kita dan memang kita bekerja dengan data, tanpa adanya data pekerjaan yang kita lakukan akan keluar dari jalurnya. Jadi kita berterimakasih kepada BPS Rokan Hulu, ke depan saya berkomunikasi dengan kepala BPSnya, sehingga data-data lain yang harus di berikan oleh BPS kepada kita, karena BPS kan tugasnya memotret melalui penelitiannya secara macro," tutur Sekda Rohul.
Ditempat yang sama Rektor UPP Adolf Bastian berharap diskusi dilaksanakan UPP mendorong kemajuan pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Rokan Hulu kedepan, karena dari diskusinya ada fakta nyatanya sesuai data dari BPS Rohul.
Rektor UPP juga menegaskan di acara ini, dirinya menggaris bawahibahawa tidak ada bermaksud mendiskreditkan Pemerintah terutama Perintah Rokan Hulu, hari ini mudah-mudahan komunikasi mencari solusi bersama.
"Saya garis bawahi, bahwa kita tidak ingin bermaksud mendiskreditkan Pemerintah terutama Perintah Rokan Hulu, hari ini mudah-mudahan komunikasi mencari solusi bersama ini akan lahir di hari ini," jelasnya.
"Jawaban dan terobosan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dalam mengurangi angka kemiskinan juga kita sangat apresiasi," pungkasnya..(Fah).
AS Ternyata Bersiap Perang Jangka Panjang dengan Iran
WASHINGTON â€" Militer Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan.
Prabowo Instruksikan Upacara Paspampres Rutin Tiap Minggu, Perkuat Citra Istana sebagai Rumah Rakyat
JAKARTA â€" Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan, oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dijadikan agenda rutin mingguan.Sekret
Johanis Tanak soal Jokowi Setuju Kembalikan UU KPK Lama: Apa yang Mau Dikembalikan?
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, merespons Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatakan setuju Undang-Undang (UU) KPK dikembalikan ke versi l
Jokowi Dukung UU KPK Versi Lama, Eks Penyidik Ingatkan Hal Ini!
JAKARTA â€" Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha menyatakan, pelemahan lembaga antirasuah terjadi pada periode kepemimpinan Presiden RI ketujuh, Joko Widodo.Pernyataan
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Seminggu ke Depan: Monsun Asia Menguat
JAKARTA -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah pada 15-21 Februari 2026.