Kamis, 11 Agu 2022
  • Home
  • Hukrim
  • Umbar Konten Flexing di Medsos, Wanita di Riau Ini Dihabisi, Pelakunya Bukan Rampok Tapi..

Umbar Konten Flexing di Medsos, Wanita di Riau Ini Dihabisi, Pelakunya Bukan Rampok Tapi..

Admin
Kamis, 28 Jul 2022 09:48
pekanbaru.tribunnews.com

ROHIL - Wanita di Riau kerap umbar konten flexing di medsos hingga akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Sedangkan suami Wanita di Riau ini ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka bacok di tubuhnya.

Awalnya banyak yang mengira tewasnya Wanita di Riau ini karena kerap pamer harta, ternyata di luar dugaan.

Bukan perampok, pelaku pembunuhan Wanita di Riau ini ternyata adik kandungnya.

Sempat heboh pasutri di Riau dibantai dengan sadis di rumah mereka di Kepenghuluan Pelita Paket C, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil).

Keduanya ditemukan dengan kondisi bersimbah darah pada Jumat (22/7/2022) malam .

Sang istri yang bernama Uli Susanti (23) meregang nyawa dengan luka bacok di bagian leher.

Sementara, suami korban Roni Hengki alias Kompeng (32) menderita luka serius hingga kritis.

Awalnya, pasutri tersebut diduga jadi korban perampokan. Keduanya baru saja pindah rumah di TKP itu

Apalagi, Uli kerap umbar konten flexing di medsos.

Uli kerap pamer harta, mulai dari perhiasan emas berharga puluhan juta hingga tumpukan uang yang diperlihatkan di akunnya.

Tak pelak, pembunuhan itu diduga dilakukan rampok yang mengincar uang serta perhiasan emas yang kerap dipamerkan Uli di medsos.

Uli Susanti kerap mengunggah konten flexing di TikTok.

Ia memiliki 27.4ribu followers TikTok, dimana beberapa kontennya menampilkan isi konten yang cendrung memperlihatkan uang yang ia miliki dari hasil kerjanya bersama suami.

Uang, perhiasan emas dan sejumlah harta miliknya itu disebut sebahai hasil dari kelapa sawit.

Memang, dalam postingan itu Uli menyebut suaminya petani kelapa sawit.

Postingan terakhir korban dilihat sebanyak 1,2 jt views sejak 2 hari yang lalu sehari sebelum kematian korban.



Ternyata Pelaku Pembunuhan Adik Kandung Karena Cinta Tak Direstui

Tak butuh waktu lama bagi pihak berwajib membongkar kasus pembunuhan itu.

Belakangan pelaku pembunuhan berhasil ditangkap, ada 2 orang pria dan wanita masing-masing berinisial MA dan YS.

Penyebab pembunuhan bukan karena harta, tetapi karena MA dan YS merasa tak direstui dan hendak dipisahkan padahal keduanya saling cinta.

Sakit hati karena hubungannya dengan sang pujaan hati tidak direstui keluarga, pasangan yang dimabuk asmara ini nekat menghabisi kakak ipar MA, yaitu Uli Susanti. .

MA menjadi dalang pembunuhan terhadap kakak kandungnya.

Bahkan suami kakak kandungnya juga menjadi korban keberingasannya.

MA dan YS hanya bisa tertunduk lesu saat dihadirkan Polres Rohil dalam press release yang dipimpin langsung oleh Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi di halaman selasar Media Center Polres Rohil, Ujung Batu, Rohil, Senin (25/7/22).

Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi menjelaskan, pengungkapan pelaku pembunuhan ini dibantu masyarakat Kepenghuluan Pelita Paket C bersama Bhabinkamtibmas pada Jumat (22/7/22) sekira pukul 21.30 WIB.

“Bhabinkamtibmas dan warga langsung mendatangi rumah korban US dan RH (32). Saat diamankan, senjata tajam sejenis parang dalam posisi lepas, sehingga pelaku berhasil diamankan. Pada saat itu pelaku langsung diamuk massa dan langsung diamankan ke Polsek Bagan Sinembah,” jelasnya.

Menurut Kapolres, motif pembunuhan yaitu sakit hati karena kedua pelaku ini saling suka dan mau dipisahkan sama keluarga korban sehingga merencanakan pembunuhan terhadap kakak ipar MA, yaitu, US.

“Kedua pelaku ini pasangan suami istri (nikah siri). Untuk modus operandi para pelaku ini, awalnya kedua pelaku datang ke rumah korban untuk memantau situasi di dalam rumah dan aktivitas korban,” papar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, pelaku yang merupakan adik kandung korban memberikan minum tes manis dingin yang telah dicampuri dengan obat mata dengan maksud agar korban tertidur.

Dalam kesempatan itu, pelaku MA (adik korban) langsung menggunakan messenger Facebook untuk memberikan informasi kepada pelaku YS dimana posisi kamar tidur korban dan posisi letak parang.

Setelah menjalankan aksinya, MA meminta antarkan pulang kepada suami kakak kandungnya, karena ada tamu yang mau karaoke.

Sementara itu pelaku YS memanfaatkan waktu tersebut untuk berjalan menuju gudang belakang mengambil parang panjang.

YS pun menuju kamar depan, ketika itu kakaknya sedang tertidur.

Setelah melihat sang kakak, YS langsung mengayunkan parangnya ke arah leher dan bagian kepala korban berkali-kali hingga korban tidak bernyawa lagi.

Usai membunuh korban Uli, pelaku mengambil potongan kalung emas dan handphone milik korban dan tiba

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2022 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.