Rabu, 12 Agu 2026
- Home
- Lingkungan
- Restorasi Tahura SSH Riau, Generasi Muda Jepang Tanam Bibit Pohon Serap Karbon
lingkungan
Restorasi Tahura SSH Riau, Generasi Muda Jepang Tanam Bibit Pohon Serap Karbon
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 31 Jul 2026 08:53
PEKANBARU - Jarak ribuan kilometer tidak menyurutkan langkah 25 pelajar, mahasiswa, dan guru asal Jepang untuk ikut memulihkan kawasan hutan di Provinsi Riau. Mereka turun langsung menanam berbagai bibit pohon endemik di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Kabupaten Siak, Kamis (30/7/2026).
Aksi penghijauan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Para peserta yang berasal dari University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School, dan University of Tsukuba tersebut bahu-membahu merestorasi kawasan hutan yang terdegradasi demi menekan emisi gas rumah kaca.
Penanaman pohon lokal ini digagas oleh Belantara Foundation berkolaborasi dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Spesies yang dipilih, yakni balangeran, kulim, dan tampui, memiliki fungsi ekologis yang krusial bagi ekosistem hutan tropis.
Balangeran efektif menyerap karbon dan memulihkan ekosistem gambut, sedangkan kulim bernilai ekonomi tinggi sebagai bahan konstruksi. Sementara itu, pohon tampui ditanam untuk menjaga ketersediaan sumber pakan alami satwa liar sekaligus menghasilkan buah bagi masyarakat sekitar.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna menyebutkan bahwa pelibatan generasi muda lintas negara ini merupakan langkah panjang untuk memperkuat kesadaran lingkungan sejak dini.
"Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan," paparnya.
Momentum HKAN tahun ini yang mengusung tema 'Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia', sambungnya, menjadi pengingat pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan lintas generasi dalam menjaga kelestarian bumi.
Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan merinci kondisi Tahura SSH yang ditetapkan sejak 1999 dengan luasan mencapai lebih dari 6.000 hektare tersebut. Saat ini, sebagian besar kawasan konservasi itu menghadapi deforestasi dan degradasi imbas aktivitas perambahan serta pembalakan liar.
"Kami sangat mengapresiasi upaya Belantara Foundation dan para pemangku kepentingan lainnya yang telah mendorong pelajar dan mahasiswa dari Jepang untuk terlibat aktif. Keterlibatan generasi muda dari berbagai negara memperkuat fungsi Tahura SSH sebagai laboratorium alam yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan konservasi biodiversitas," jelasnya.
Head Teacher of International Studies Senior High School at Sakado, University of Tsukuba, Yoshikazu Tatemoto turut menggarisbawahi pentingnya pengalaman langsung di lapangan. Praktik menanam pohon ini, tuturnya, memberikan pemahaman yang lebih kuat bagi para siswa mengenai pentingnya konservasi hutan tropis dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global.
"Melalui partisipasi aktif dalam penanaman pohon, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis sejak dini serta dapat berkontribusi dalam mencegah dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi perhatian dunia," terangnya.
Setelah merampungkan penanaman di Kabupaten Siak, rombongan ini dijadwalkan bertolak ke Jawa Barat. Mereka akan mengikuti pelatihan pendataan dan identifikasi keanekaragaman hayati bertajuk 'Mengenal Biodiversitas Kebun Raya Bogor' di Kebun Raya Bogor, Sabtu (1/8/2026).(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/restorasi-tahura-ssh-riau-generasi-muda-jepang-tanam-bibit-pohon-serap-karbon.html
komentar Pembaca