Minggu, 06 Sep 2026
Nasional,
'Ada Masalah Dalam Negeri', Prabowo Buka Suara soal Ketidakhadirannya di KTT ASEAN-Rusia
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 03 Sep 2026 14:33
JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin terkait ketidakhadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) peringatan ASEAN-Rusia ke-35 yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026 lalu.
Pertemuan antara kedua kepala negara tersebut berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam perjumpaan itu, Prabowo menjelaskan bahwa ada dinamika internal di Tanah Air yang mengharuskannya tetap berada di Indonesia saat KTT berlangsung.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan. Tapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” urainya.
Ucapan Selamat untuk Federasi Rusia
Sebelum membahas agenda utama, Prabowo membuka pembicaraan dengan memberikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang jatuh pada 12 Juni 2026. Ia juga memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan KTT ASEAN-Rusia.
“Izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026. Juga atas penyelenggaraan KTT peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada tanggal 18 Juni 2026,” paparnya.
Pertemuan tersebut diawali dengan suasana keakraban. Prabowo menyatakan kegembiraannya bisa kembali berdialog tatap muka bersama Putin dan mengapresiasi penerimaan delegasi Indonesia di Vladivostok.
"Saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” tuturnya.
Sejarah Panjang Bilateral Dua Negara
Dalam kesempatan yang sama, pembicaraan turut menyentuh akar sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia. Prabowo menilai kedua negara telah merawat kerja sama lintas sektor selama puluhan tahun.
“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam, lebih dari lima dasawarsa, lebih,” jelasnya.
Menutup pertemuan, Prabowo menegaskan posisi Rusia sebagai salah satu mitra krusial bagi Indonesia, terutama setelah kedua negara sepakat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada tahun sebelumnya.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/ada-masalah-dalam-negeri-prabowo-buka-suara-soal-ketidakhadirannya-di-ktt-aseanrusia.html
komentar Pembaca