Selasa, 09 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T

BGN Cari Dana di Luar APBN untuk MBG di Daerah 3T

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 09 Jun 2026 13:14
Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyiapkan skema pembiayaan alternatif untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Langkah ini dilakukan agar perluasan program tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Nanik mengatakan BGN tengah mengkaji berbagai sumber pendanaan di luar APBN untuk mendukung pelaksanaan MBG di daerah 3T. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan BUMN."Untuk 3T, ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, mencoba ya," kata Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/6/2026).

Selain menggandeng BUMN, BGN juga membuka peluang bagi perusahaan swasta untuk berpartisipasi melalui investasi pembangunan dapur MBG di daerah yang belum terjangkau program tersebut. Menurut Nanik, skema pendanaan lain seperti hibah dari luar negeri juga dapat menjadi alternatif untuk memperluas jangkauan program.

"Kami akan selesaikan bagaimana sebaiknya, tapi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap oleh investor, kami akan coba kerjasamakan atau kita bisa dibiayai dengan CSR-nya BUMN, atau mungkin ada hibah dari luar negeri, atau mungkin juga kalau di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya berinvestasi," jelasnya.

Nanik menilai keterlibatan dunia usaha dalam penyediaan fasilitas MBG di daerah 3T merupakan langkah yang memungkinkan dilakukan, terutama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang telah dimiliki banyak korporasi.

"Masa sih bikin dapur (MBG) untuk masyarakat di situ nggak mau? Kan nggak mahal juga. Jadi mereka kan juga punya CSR. Nah itu kira-kira yang akan kami lakukan dalam waktu sekarang," sambung Nanik.

Siap Gandeng Kantin Sekolah
Dia menyampaikan bahwa siswa sekolah penerima MBG di daerah 3T tak sebanyak di kota-kota besar. Nanik mencontohkan sekolah di Raja Ampat, Papua yang hanya memiliki 114 murid.

Nanik menyebut daerah tersebut memiliki dapur umum milik PT Pertamina. Nantinya, BGN akan bekerja sama dengan dapur umum tersebut untuk terlibat dalam program MBG.

"Jadi nanti kalau misalnya ada satu wilayah yang muridnya sedikit seperti di Raja Ampat, di situ ada saya di sebuah pulau muridnya hanya 115 juga, tapi di situ ada dapur umum CSR-nya Pertamina. Ya kita bisa gunakan juga misalnya seperti ini. Jadi ada alternatif-alternatif tidak harus membangun dapur baru di 3T," tutur Nanik.

Terkait wacana pelibatan kantin sekolah dalam program MBG, Nanik menuturkan hal ini sebagai bentuk alternatif agar tak membuat dapur baru di daerah terpencil. Namun, Nanik mengatakan wacana tersebut masih tahap pembahasan.

"Masih kita lihat. Jadi misalnya begini, di tempat terpencil itu, saya misalnya di Lombok, di Lombok Barat. Saya pernah ke satu pulau, muridnya hanya 119. Kan enggak mungkin juga didirikan dapur. Tapi di situ ada kantin. Jadi bisa dong kantin itu digunakan juga. Jadi kantin ini salah satu alternatif," (liputan6)
Sumber: https://www.liputan6.com/news/read/7832412/bgn-cari-dana-di-luar-apbn-untuk-mbg-di-daerah-3t

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.