Peristiwa
Amukan Api Kemarau Hanguskan Enam Rumah Kayu di Tanjung Leban Rokan Hilir
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 05 Sep 2026 21:21
BAGANSIAPIAPI â€" Pagi yang tenang di Kepenghuluan Tanjung Leban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir mendadak berubah menjadi kepanikan. Gumpalan asap tebal membumbung tinggi menyusul kobaran api yang dengan cepat melahap enam unit rumah warga di kawasan Wesel Enam Jalan Lintas PU, RT 02 RW 08 Dusun Rantau Benuang, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 07.35 WIB.
Konstruksi bangunan yang rata-rata terbuat dari material kayu dengan ukuran masing-masing sekitar 10x15 meter membuat si jago merah menyebar tak terkendali. Hanya dalam hitungan menit, enam hunian tersebut ludes dan rata dengan tanah sebelum upaya pemadaman maksimal bisa dilakukan.
Krisis Air Menghambat Pemadaman
Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini langsung berdatangan untuk mencoba menjinakkan kobaran api. Namun, usaha keras masyarakat ini harus terbentur dengan kondisi cuaca dan keterbatasan fasilitas di lapangan.
Musim kemarau panjang membuat sumber air di sekitar lokasi mengering. Minimnya ketersediaan mesin pompa air serta jarak wilayah yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Kubu membuat upaya penyelamatan harta benda menemui jalan buntu. Akibatnya, seluruh perabotan dan harta benda milik korban tidak ada yang berhasil diselamatkan dari kobaran api.
Lokasi insiden yang tidak berada jauh dari SDN 015 turut menyedot perhatian. Para pelajar yang sedang berada di area sekolah sempat berhamburan ke luar untuk menyaksikan musibah kebakaran yang melanda permukiman tersebut.
Penyelidikan dan Nasib Korban
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, sumber api pertama kali terlihat membesar dari salah satu hunian milik warga bernama Kuswadi.
"Kami melihat asap langsung membubung tinggi dari rumah Kuswadi. Dalam sekejap, seisi rumah ludes terbakar," terang Darwin, seorang warga yang menyaksikan awal mula peristiwa tersebut.
Secara terpisah, Penghulu Tanjung Leban, Cokro Handoko mengonfirmasi kebenaran musibah kebakaran yang menghancurkan permukiman di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa fokus aparat desa saat ini adalah penanganan para korban yang kehilangan tempat bernaung.
"Lokasinya berada di RT 02/RW 08 Dusun Rantau Benuang. Saat ini para korban untuk sementara menumpang tinggal di rumah kerabat mereka, dan tentunya sangat membutuhkan bantuan," harap Cokro.
Di sisi lain, pihak kepolisian telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti musibah ini.
"Asal api masih dalam proses penyelidikan anggota di lapangan, begitu juga dengan taksiran pasti dari jumlah kerugian," jelas Kapolsek Kubu, AKP Rudi Artono Sitinjak saat dimintai konfirmasi.
Meski tidak ada korban jiwa, menurut perhitungan sementara dari warga setempat, kebakaran hebat ini mengakibatkan keenam pemilik rumah harus menanggung kerugian materiil hingga mencapai ratusan juta rupiah.