Minggu, 06 Sep 2026
Peristiwa,
Hari Keenam Pencarian Selamat Masih Nihil, Tim SAR Sisir Wilayah hingga Radius 3 KM
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 13 Agu 2026 09:13
SELATPANJANG-Pencarian terhadap Selamat, warga Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dilaporkan hilang sejak Jumat (7/8/2026), hingga Rabu (12/8/2026) masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari keenam pencarian, Tim SAR gabungan terus menyisir sejumlah kawasan yang diduga memiliki keterkaitan dengan perjalanan terakhir pria tersebut. Bahkan, area pencarian telah diperluas hingga radius tiga kilometer.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan penyisiran yang dilakukan pada Rabu belum menemukan tanda-tanda keberadaan Selamat.
"Masih nihil, tadi kami penyisiran sudah sampai radius 3 km," ujar Prima kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Prima, pencarian pada Rabu merupakan hari keenam sejak Selamat dilaporkan hilang. Apabila hingga Kamis pencarian belum menemukan keberadaan korban, operasi selanjutnya akan dilanjutkan dengan pemantauan.
"Besok sudah hilangnya hari ke 7 dilanjutkan dengan Pemantauan," katanya.
Sebelumnya, Selamat diketahui terakhir kali berada di Desa Maini pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, pria berusia sekitar 75 tahun tersebut disebut hendak membeli rokok di sebuah warung.
Dalam perjalanan, Selamat bertemu dengan keponakannya bernama Kelana. Keponakannya kemudian sempat mengantarkan Selamat menuju rumah. Namun, perjalanan tersebut tidak sampai ke tujuan karena Selamat kemudian melanjutkan perjalanan seorang diri.
Sejak saat itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaan Selamat. Berbagai upaya pencarian pun dilakukan dengan menelusuri lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi jalur yang biasa digunakan korban.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah jalan pintas yang melintasi kawasan kebun sagu. Jalur tersebut diketahui biasa digunakan Selamat ketika bepergian maupun saat kembali menuju rumahnya.
Jalur di kawasan perkebunan sagu itu juga mengarah ke sekitar sejumlah kilang sagu. Berdasarkan keterangan keluarga, lokasi tersebut selama ini menjadi salah satu tempat yang kerap disinggahi Selamat.
Keluarga kemudian mencoba mencari informasi kepada pihak kilang sagu. Namun, upaya tersebut belum membuahkan petunjuk. Dari informasi yang diperoleh, Selamat bahkan disebut sudah sekitar satu minggu tidak terlihat di kawasan kilang.
Kondisi tersebut membuat kawasan kebun sagu dan jalur yang mengarah ke sekitar kilang menjadi salah satu titik penting dalam pencarian. Tim gabungan kemudian memperluas penyisiran untuk memastikan tidak ada lokasi yang berpotensi menjadi tempat korban berada terlewatkan.
Pencarian juga mempertimbangkan akses jalan yang biasa digunakan Selamat. Salah satu jalur dari kawasan kebun sagu diketahui memiliki akses hingga ke bagian belakang rumah korban.
Dengan usia Selamat yang diperkirakan sekitar 75 tahun, tim gabungan harus menyisir berbagai kemungkinan lokasi secara lebih luas. Setiap informasi dari keluarga maupun masyarakat menjadi bahan untuk menentukan titik pencarian berikutnya.
Pencarian melibatkan Basarnas, BPBD Kepulauan Meranti, Pemerintah Desa Maini, personel Polsek Tebing Tinggi Barat, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Meranti, Ardath S.IP, juga menyampaikan bahwa pencarian terus dilakukan sejak laporan kehilangan diterima.
Meski penyisiran telah diperluas hingga radius tiga kilometer, hingga Rabu belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan Selamat.
Tim SAR gabungan masih terus berupaya mendapatkan petunjuk sebelum memasuki hari ketujuh pencarian pada Kamis (13/8/2026). Sementara keluarga dan masyarakat Desa Maini masih berharap Selamat segera ditemukan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/hari-keenam-pencarian-selamat-masih-nihil-tim-sar-sisir-wilayah-hingga-radius-3-km.html
komentar Pembaca