Minggu, 06 Sep 2026
Peristiwa,
Kunjungi Ponpes di Pekanbaru, Ulama Arab Saudi Simak Perjalanan Sejarah Indonesia dan NU
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 14 Agu 2026 09:53
PEKANBARU-Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, Abdul Halim Mahali, LLB (Hons) MPIR, menerima kunjungan silaturahmi ulama asal Arab Saudi, Syaikh Sholeh Ubaidillah di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al-Islami, Jalan Handayani, Kota Pekanbaru, Kamis (13/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Indonesia diajak untuk senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa agar mendapat petunjuk dan kemudahan dalam menjalankan amanah.
"Kita wajib mendoakan pemimpin di segala tingkatan agar mereka diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah kepemimpinan," sebutnya.
Dukungan moral dan doa dari masyarakat, nilainya, sangat dibutuhkan oleh para pemimpin negara agar selalu diberikan jalan terbaik dalam mengambil keputusan serta memikul tanggung jawab kenegaraan yang berat.
Sejarah Indonesia dan Nahdlatul Ulama
Dialog yang berlangsung menggunakan bahasa Arab tersebut juga membahas tentang perkembangan Indonesia dari masa ke masa. Abdul Halim Mahali menguraikan sejarah perjalanan bangsa mulai dari era kepemimpinan Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Tidak hanya membicarakan dinamika negara, perbincangan meluas pada sejarah berdirinya organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. Menjawab rasa ingin tahu Syaikh Sholeh Ubaidillah, ia menjelaskan bahwa NU didirikan pada 31 Januari 1926 oleh sejumlah ulama, seperti Hasyim Asy'ari, Wahab Hasbullah, dan As'ad Syamsul Arifin.
Penjelasan tersebut diperkuat dengan menunjukkan foto-foto para pendiri NU yang terpajang di lingkungan pesantren, sehingga rombongan ulama asal Arab Saudi dapat mengenal lebih dekat tokoh-tokoh sentral pemrakarsa organisasi tersebut.
Lebih jauh, Abdul Halim Mahali turut memaparkan profil Ponpes Nurul Huda Al-Islami yang dikenal sebagai salah satu pesantren NU terbesar di Pekanbaru. Pesantren ini didirikan pada era 1990-an oleh alumnus Ponpes Lirboyo Kediri, Maksudi Jamsari. Pascawafatnya sang pendiri pada Desember 2021, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh istrinya, Nyai Aminah Ubaidillah, bersama jajaran dewan guru.
Eksistensi pesantren ini mendapat tempat di hati banyak kalangan, termasuk para pejabat tinggi negara. Beberapa tokoh yang tercatat pernah hadir mengunjungi pesantren ini antara lain mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Panglima TNI, serta Kapolri.
Pesan Keilmuan untuk Santri
Silaturahmi keagamaan ini turut dihadiri oleh jajaran dewan guru serta seluruh santri putra dan putri. Tampak hadir sejumlah kiai, di antaranya Pimpinan Harian Ponpes Nurul Huda Al-Islami Mudhofir, Sulaiman Basyir, Ketua Alumni Santri Ponpes Lirboyo Kediri wilayah Riau Abdul Malik Yasin, serta Dewan Syuriah PWNU Riau Muhammad Syaifuddin.
Di hadapan para santri, Syaikh Sholeh Ubaidillah memberikan motivasi khusus mengenai keutamaan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan tidak pantang menyerah.
"Belajarlah yang rajin agar kalian semua bisa mengetahui ajaran agama Islam dengan baik dan berkat ilmu pengetahuan maka manusia mencapai derajat kemuliaan," pesannya.
Karena seluruh arahan disampaikan dalam bahasa Arab, Ustaz Izyan yang mendampingi rombongan bertugas menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia agar pesan tersebut dipahami secara sempurna oleh seluruh santri yang menyimak.
Pertemuan yang mempererat hubungan antara ulama Indonesia dan Arab Saudi ini diakhiri dengan jamuan makan siang bersama. Syaikh Sholeh Ubaidillah dan rombongan kemudian berpamitan untuk melanjutkan agenda kunjungan menuju Ponpes Modern Gontor Putri 7 di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/kunjungi-ponpes-di-pekanbaru-ulama-arab-saudi-simak-perjalanan-sejarah-indonesia-dan-nu.html
komentar Pembaca