Minggu, 15 Feb 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Wali Murid SD Al-Rasyid Pekanbaru Binggung, Kok Data Mereka Bisa Sampai ke Penelpon Gelap?

Wali Murid SD Al-Rasyid Pekanbaru Binggung, Kok Data Mereka Bisa Sampai ke Penelpon Gelap?

Jumat, 31 Jul 2015 15:03
Wali Murid SD Al-Rasyid Pekanbaru Binggung, Kok Data Mereka Bisa Sampai ke Penelpon Gelap?
PEKANBARU-Sejumlah wali murid SD Al-Rasyid yang berada di Jalan Rawa Indah Nomor 7 Kelurahan Marpoyan Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru mempertanyakan data mereka yang bisa sampai ke tangan penelpon gelap. Tak tanggung-tanggung, jumlah wali murid yang diteror pelaku penelpon gelap itu mencapai 75 orang.

"Kok bisa data kita sampai ke penelpon gelap itu, aneh juga di satu sekolah rasanya, puluhan wali murid mendapat teror yang sama dari pelaku penelpon gelap," kata salah seorang wali murid SD Al-Rasyid yang menolak identitasnya ditulis kepada GoRiau.com, Jumat (31/7/2015).

Pernyataan itu juga diamini wali murid lainnya. Dia menduga kebocoran data puluhan wali murid kepada penelpon gelap ada campur tangan pihak lain, baik dari sekolah atau Dinas Pendidikan Pekanbaru.

"Ini aneh, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini. Ada kejanggalan, kok semua wali murid yang dihubungi penelpon gelap berasal dari satu sekolah," celoteh perempuan yang anaknya baru masuk di SD Al-Rasyid tahun ini.

Kepala SD Al-Rasyid Pupung Safari Muslim membenarkan adanya sekitar 75 wali murid yang melaporkan ke pihak sekolah terkait smart massege short (SMS) dan telpon langsung yang mereka terima dari penelpon gelap.

"Modusnya, penelpon bilang kepada wali murid anak mereka kecelakaan dan sedang sedang dirawat. Untuk biaya perawatan, wali murid di minta trasfer sejumlah uang ke nomor rekening yang dikirim ke calon korbannya," kata Kepsek.

"Tapi karena sebelumnya juga ada wali murid yang ditelpon pelaku, maka dari 75 wali murid yang mendapat SMS dan telpon gelap itu, tak ada kena tipu dengan mentrasfer sejumlah uang kepada pelaku," tambah Kepsek.

Pupung membantah adanya keterlibatan pihak sekolah untuk memberikan data wali murid kepada si pelaku. "Saya jamin tak ada keteribatan pihak sekolah, kalau data semua wali murid yang anaknya sekolah di sini, bukan kita saja yang pegang," pungkasnya.

Pantauan GoRiau.com, gedung SD Al-Rasyid terlihat begitu mewah. Murid yang sekolah di sana, rata-rata berasal dari anak orang kaya. Buktinya, untuk masuk SD saja, butuh biaya Rp15 juta lebih. Diduga karena wali murid merupakan orang berduit, makanya si penelpon gelap melancarkan aksinya di sekolah itu.(grc)
Peristiwa
Berita Terkait
  • Minggu, 15 Feb 2026 18:30

    AS Ternyata Bersiap Perang Jangka Panjang dengan Iran

    WASHINGTON â€" Militer Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan.

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:29

    Prabowo Instruksikan Upacara Paspampres Rutin Tiap Minggu, Perkuat Citra Istana sebagai Rumah Rakyat

    JAKARTA â€" Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan, oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dijadikan agenda rutin mingguan.Sekret

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:26

    Johanis Tanak soal Jokowi Setuju Kembalikan UU KPK Lama: Apa yang Mau Dikembalikan?

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, merespons Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatakan setuju Undang-Undang (UU) KPK dikembalikan ke versi l

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:22

    Jokowi Dukung UU KPK Versi Lama, Eks Penyidik Ingatkan Hal Ini!

    JAKARTA â€" Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha menyatakan, pelemahan lembaga antirasuah terjadi pada periode kepemimpinan Presiden RI ketujuh, Joko Widodo.Pernyataan

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:04

    BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Seminggu ke Depan: Monsun Asia Menguat

    JAKARTA -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah pada 15-21 Februari 2026.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.