Rabu, 17 Jul 2024
  • Home
  • Teknologi
  • CEO GE Indonesia Handry Satriago Meninggal, Kenang Kembali Perjuangannya Melawan Kelenjar Getah Bening

Teknologi

CEO GE Indonesia Handry Satriago Meninggal, Kenang Kembali Perjuangannya Melawan Kelenjar Getah Bening

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 16 Sep 2023 16:48

KABAR duka datang CEO General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago. Orang nomor satu di perusahaan paling tua tersebut meninggal dunia pada Sabtu (16/9) di usia 54 tahun. Informasi itu disampaikan Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Wing Antariksa di akun media sosialnya.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan, pak Handry Satriago. Ilmu dan inspirasi yang telah banyak diberikan selama ini mejadi sumber baikan yang tak terputus dan insya Allah berada di tempat terbaik di sisi Allah SWT," tulis Wing.

Almarhum menjadi CEO termuda di perusahaan itu dari tahun 2011. Untuk mencapai sukses besar tersebut, dia harus melewati rintangan dan kesulitan yang berat karena memimpin GE dari kursi roda setelah divonis dokter memiliki kanker kelenjar getah bening di tulang belakangnya pada usia 17 tahun.

Saat terakhirnya dapat berjalan adalah ketika dia diminta mengimami ibunya menunaikan salat asar. “Ketika saya rukuk dirakaat kedua, saya terjatuh,” ujar Handry Satriago dalam video melansir dari Instagram @yunirahayulestari, Rabu (12/1/2022).

Setelah itu dia tidak bersekolah berbulan-bulan dan harus duduk di kursi roda hingga sekarang. Handry pun sempat dilanda frustasi dan mengurung diri di kamar. “Saat kejadian itu terjadi, saya merasa dunia itu gelap. Saya marah pada tuhan, saya marah pada semua hal, saya frustasi luar biasa,” ungkap Handry.

Namun, semangat hidup dan dukungan lingkungan yang kuat membuat dia mengalahkan banyak persoalan yang dihadapi. Buktinya, dia mampu menyelesaikan S-1 jurusan teknik bioindustrinya di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan IPK amat mengesankan.

Dia bisa menuntaskan Magister Management Double Degree di Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI)-Monash University, Australia, pada 1996 dengan predikat cum laude hanya dalam waktu setahun. 

Dan, sejarah mencatat selama tiga belas tahun berada di perusahaan energi AS itu, Handry menjadi seorang motivator dan pebisnis ulung. Hampir semua yang dipegangnya menjadi bisnis yang ditakuti oleh pesaingnya. Misalnya, di bisnis lighting (pencahayaan), dia menghasilkan USD6 juta dalam dua tahun kepemimpinannya, meski dari kursi roda. 

sumber:okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2024 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.