Minggu, 11 Okt 2026
Teknologi
Capai Rekor, Saham Apple Naik 16% YTD Berkat AI dan Laba Kuat
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 04 Sep 2026 13:17
Saham Apple kembali menjadi perhatian investor setelah mencatat kinerja kuat sepanjang 2026. Saham AAPL membukukan kenaikan sekitar 16% secara year-to-date dan sempat mencapai rekor harga US$344,57 pada Juli.
Untuk investor Indonesia yang ingin membeli saham Apple, maka Pintu menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memungkinkan investor Indonesia membeli saham global melalui tokenized stocks berbasis blockchain.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menemukan Apple dalam bentuk AAPLX, selain Tesla, Nvidia, Amazon, Alphabet, Microsoft, Meta, Coinbase, dan Robinhood. Karena itu, investor dapat mengakses aset global menggunakan mekanisme yang lebih fleksibel, termasuk pembelian dengan nominal mulai dari Rp11.000.
Bagi investor yang sedang mencari aplikasi trading saham Amerika, Apple menjadi salah satu perusahaan yang melaporkan kinerja fundamentalnya masih solid. Pada kuartal ketiga fiskal 2026, Apple mencatat pendapatan US$109,4 miliar atau naik 16% secara tahunan.
Namun, investor juga perlu memahami perbedaan spot dan future sebelum memilih instrumen investasi. Karena pada trading futures memiliki peluang lebih besar dari trading spot, tetapi memiliki resiko yang juga lebih besar.
Saham Apple Naik 16% Sepanjang 2026
Performa saham Apple menunjukkan pemulihan yang cukup kuat sepanjang tahun. Dilansir dari Yahoo Finance, AAPL mencatat total return sekitar 16,07% hingga 27 Agustus 2026. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan kenaikan sekitar 12,93% yang dicatat S&P 500 pada periode yang sama.
Saham Apple juga sempat mencapai level tertinggi 52 minggu di US$344,57 pada 29 Juli 2026. Setelah mencapai rekor tersebut, saham mengalami koreksi dan ditutup di sekitar US$314,58 pada 27 Agustus.
Kinerja tersebut menjadi menarik karena Apple tidak hanya mengandalkan sentimen AI. Perusahaan tetap memperoleh sebagian besar pendapatannya dari ekosistem produk dan layanan yang sudah matang.
Karena itu, kenaikan saham Apple menunjukkan bahwa investor masih menghargai kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan laba secara konsisten. Selain itu, ekspektasi terhadap pengembangan AI memberikan katalis tambahan bagi valuasi perusahaan.
Laba Apple Tetap Menjadi Penopang
Apple membukukan pendapatan US$109,4 miliar pada kuartal ketiga fiskal 2026 yang berakhir 27 Juni. Angka tersebut meningkat 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, margin kotor perusahaan mencapai 50,1%, sedangkan laba per saham dilusian naik 29% menjadi US$2,02.
Apple juga mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Juni pada beberapa lini bisnis utama. Pendapatan iPhone, Mac, dan Services semuanya mencapai rekor kuartal Juni. Kinerja iPhone menjadi salah satu pendorong utama.
Bahkan, Reuters melaporkan bahwa pendapatan iPhone mencapai US$54,25 miliar atau meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan Mac melonjak 28,7%, meskipun pendapatan iPad turun 5,9%.
Namun, investor juga perlu memperhatikan tekanan biaya. Apple menghadapi kenaikan biaya memori dan tantangan rantai pasokan, sehingga perusahaan memperkirakan pertumbuhan pendapatan kuartal berikutnya akan lebih lambat.
AI Menjadi Katalis Baru Apple
Selain pertumbuhan penjualan, Apple mulai meningkatkan fokus terhadap artificial intelligence. Pada WWDC26, perusahaan memperkenalkan Siri AI yang benar-benar baru bersama berbagai pembaruan perangkat lunak.
Langkah tersebut penting karena Apple selama beberapa tahun menghadapi pertanyaan mengenai kecepatan perusahaan dalam mengikuti perlombaan AI. Sementara perusahaan seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, dan Nvidia telah menginvestasikan dana besar untuk teknologi AI, Apple perlu menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat memperkuat ekosistem perangkatnya.
Apple memiliki satu keunggulan penting, yaitu basis perangkat aktif yang sangat besar. Perusahaan menyatakan bahwa jumlah perangkat aktif yang digunakan pelanggan telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di seluruh kategori produk utama dan segmen geografis.
Jika strategi tersebut berhasil, AI dapat meningkatkan daya tarik iPhone, Mac, dan layanan Apple. Selain itu, fitur AI yang lebih kuat dapat mendorong pengguna melakukan upgrade perangkat dan memperpanjang nilai ekosistem Apple.
Penjualan iPhone Masih Sangat Penting
Walaupun AI menjadi topik utama di pasar, iPhone tetap menjadi sumber pendapatan terbesar Apple. Pertumbuhan pendapatan iPhone sebesar 21,7% pada kuartal Juni menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk utama perusahaan masih kuat.
Kondisi tersebut memberikan fondasi yang penting bagi strategi jangka panjang. Apple dapat menggunakan basis pengguna iPhone untuk memperkenalkan fitur AI, layanan berlangganan, dan produk baru.
Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan bisnis Services. Segmen ini mencakup App Store, iCloud, Apple Pay, serta berbagai layanan digital lainnya.
Namun, pertumbuhan Services mulai menghadapi tantangan. Reuters mencatat bahwa pendapatan Services naik 12,1% menjadi US$30,74 miliar pada kuartal tersebut, tetapi pertumbuhannya masih berada di bawah ekspektasi sejumlah analis.
Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor
Walaupun saham Apple telah naik sekitar 16% sepanjang 2026, investor tidak boleh menganggap kenaikan tersebut akan terus berlangsung tanpa hambatan.
Salah satu risiko terbesar berasal dari valuasi. Data Yahoo Finance menunjukkan Apple diperdagangkan dengan trailing P/E sekitar 35,5 kali dan forward P/E sekitar 32,5 kali pada akhir Agustus. Dengan valuasi tersebut, investor sudah memberikan premi yang cukup tinggi terhadap kualitas bisnis Apple.
Karena itu, Apple perlu terus menghasilkan pertumbuhan laba agar valuasinya tetap terlihat menarik. Jika pertumbuhan melambat terlalu jauh, pasar dapat menilai bahwa harga saham sudah terlalu mahal.
Selain itu, Apple menghadapi risiko regulasi, terutama terkait App Store. Perusahaan juga menghadapi tekanan rantai pasokan dan biaya komponen.
Persaingan AI juga menjadi tantangan. Apple harus menunjukkan bahwa Siri AI dan fitur kecerdasan buatan lainnya mampu memberikan manfaat nyata bagi pengguna, bukan sekadar mengikuti tren industri.
Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa saham Apple mencatat kenaikan sekitar 16% sepanjang 2026 dan sempat mencapai rekor US$344,57. Kinerja tersebut mendapat dukungan dari pertumbuhan pendapatan 16%, kenaikan EPS 29%, serta rekor pendapatan iPhone, Mac, dan Services pada kuartal Juni.
Selain itu, strategi AI memberikan katalis baru karena Apple mulai memperkuat Siri dan berbagai fitur kecerdasan buatan. Jika perusahaan berhasil memanfaatkan basis perangkat aktifnya yang sangat besar, AI dapat menjadi sumber pertumbuhan tambahan dalam beberapa tahun mendatang.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan valuasi, tekanan rantai pasokan, regulasi, dan persaingan AI. Karena saham sudah mengalami kenaikan cukup besar, potensi keuntungan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan Apple mempertahankan pertumbuhan laba.
Bagi investor Indonesia, fitur tokenisasi saham Pintu memberikan alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap Apple melalui AAPLX, sekaligus menyediakan pilihan saham global lain seperti Nvidia, Tesla, Amazon, Alphabet, Meta, Microsoft, Coinbase, dan Robinhood.
Pada akhirnya, Apple masih menjadi salah satu saham teknologi dengan fundamental terkuat. Namun, investor sebaiknya tetap melakukan riset karena kualitas perusahaan tidak selalu berarti sahamnya murah, sehingga keputusan investasi perlu mempertimbangkan pertumbuhan, valuasi, dan risiko secara bersamaan.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/capai-rekor-saham-apple-naik-16-ytd-berkat-ai-dan-laba-kuat.html
komentar Pembaca