Rabu, 17 Jul 2024
  • Home
  • Teknologi
  • Penasaran Hitung Kecepatan Alam Semesta, Astrofisikawan: Tidak Ada yang Pas!

sience

Penasaran Hitung Kecepatan Alam Semesta, Astrofisikawan: Tidak Ada yang Pas!

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Minggu, 24 Sep 2023 16:54
okezone.com

ALAM semesta terus meluas, namun kecepatannya hingga kini belum bisa dipastikan. Hal ini sejalan dengan banyaknya penelitian yang masih dilakukan oleh para ahli di luar angkasa untuk menemukan kecepatan yang mendekati waktu perkembangan alam semesta itu sendiri.

Dilansir dari situs National Geographic, Minggu (24/9/2023) alam semesta lahir sejak 3,8 miliar tahun yang lalu dan terus berkembang ke segala arah hingga saat ini.

Para peneliti kemudian menggunakan laju ekspansi kosmik yang masih terjadi saat ini atau disebut konstanta Hubble untuk memperkirakan usia alam semesta dan rincian nasibnya ke depan, apakah akan terus mengembang, runtuh ataupun terkoyak.

Ada dua metode utama yang digunakan oleh para peneliti untuk mengukur konstanta Hubble. Metode pertama dilakukan dengan memantau objek-objek yang sifatnya sudah diketahui dengan baik oleh para ilmuwan, seperti supernova dan bintang Cepheid.

Sementara itu, metode lainnya berfokus pada penelitian gelombang mikro kosmik yang merupakan sisa radiasi Big Bang agar dapat mempelajari kondisi awal alam semesta dan perkembangannya hingga saat ini.

Akan tetapi, dalam satu dekade terakhir, dua metode tersebut berakhir pada hasil yang bertentangan. Hal ini terjadi pada pengamatan yang dilakukan oleh observatorium luar angkasa Planck Eropa.

Dari pengamatan tersebut, data dari gelombang mikro kosmik menunjukkan bahwa alam semesta mengembang dengan kecepatan sekitar 67,4 kilometer per detik per megaparsec (jarak yang setara dengan 3,26 juta tahun cahaya). Sementara, data dari supernova terdekat dan bintang Cepheid justru menunjukkan kecepatan yang lebih cepat sekitar 73 km per detik per megaparsec.

Hasil di atas kemudian mengantarkan para peneliti pada kemungkinan adanya satu atau lebih metode untuk memperkirakan angka dalam penelitian konstanta Hubble yang memiliki kelemahan.

Ahli astrofisika di Space Telescope Science Institute di Baltimore, Adam Riess, menyebut bahkan masih berharap bahwa hal tersebut terjadi hanya karena kesalahan pengukuran.

Namun, dalam studinya yang membahas perluasan alam semesta yang semakin cepat, dia dan rekannya justru mendapati hasil yang sebagian besar sudah sesuai dengan perkiraan jarak dari konstanta Hubble yang telah diteliti dalam penelitian lain. 

“Pada titik tertentu, Anda harus mengatakan bahwa ini bukan kesalahan pengukuran, dan jika demikian, maka ini menunjukkan sesuatu yang sangat menarik tentang alam semesta,” kata Riess.

Salah satu penjelasan umum yang mungkin terkait dengan ketidakpastian hasil pengukuran tersebut kemudian ditanggapi oleh Pierre Kervella, astronom di Observatorium Paris.

Menurutnya, ada kemungkinan teori gravitasi yang kita gunakan selama ini memiliki kesalahan. Hal ini karena nilai konstanta Hubble yang diperoleh dari latar belakang gelombang mikro kosmik bergantung pada model yang didasarkan pada relativitas umum.

Kemungkinan lain juga disampaikan oleh Riess, selaku peneliti. Dimana, bentuk energi gelap yang sebelumnya tidak diduga mungkin telah ada di alam semesta awal atau berubah seiring berjalannya waktu, sehingga belum ada kepastian yang mutlak tentang perkembangan alam semesta yang semakin meluas ini. 

“Ada banyak sekali ide, dan semuanya memiliki pro dan kontra. Saat ini tidak ada hasil yang pas layaknya [sepatu] Cinderella,” kata Riess.

Sementara itu, metode lain untuk mengukur kecepatan alam semesta yang meluas ini masih terus dikembangkan. Terakhir, Teleskop Ruang Angkasa James Webb dikabarkan akan segera mengukur jarak bintang Cepheid untuk selusin galaksi lainnya. Hal ini tentu akan menjadi babak baru dari pengukuran alam semesta. 

sumber:okezone.com


komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2024 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.