(foto: Istimewa)
Kumandang Takbir dan Slogan Diniyyah Puteri Bergema di Singapore
SINGAPURA-Santriwati MTsDMP- SMP Diniyyah Putri Padang Panjang gelar Studi ilmah ke Negara Singapura dan Malaysia sejak Sabtu (11/2) 2023 hingga pekan depan.
Didampingi guru beserta Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Hj Fauziah Fauzan mereka berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM)
Para guru pendamping yang ikut bersama lebih dari 50 an santri kali ini adalah guru-guru berkompeten yang sudah banyak berkontribusi dan mengabdikan diri untuk Perguruan Diniyyah Puteri.
Rute yang digunakan menuju negara berlambang singa itu adalah dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Batam.
Sesampai di Batam, para santri bersama Ustadzah langsung menyeberang menuju Singapura.
Sesampainya di Negara Merlionpark, mereka berwisata edukasi ke Marina Barrage, Snowcity, Pulau Sentosa, untuk menyaksikan Song of The Sea, Singapore Science Centre, Singapore Flyer, Garden By The Bay, Disney.
Setelah mengunjungi tempat wisata edukasi tersebut, mereka berkunjung ke National University of Singapore (NUS) dan lembaga pendidikan lainnya.
Indi Deraya Ajiba, santri kelas IX Madrasah Tsanawiyah Diniyyah Puteri berbagi kisah perjalanannya, menurutnya kegiatan yang digelar perguruannya tidak hanya sekadar berwisata semata, melainkan mengambil setiap pelajaran dari bangsa yang dikunjungi.
"Bangsa yang kita kunjungi ini, kemerdekaannya lebih belakangan dari Indonesia, namun kita saksikan mereka jauh lebih maju dari Indonesia, padahal mereka hanya punya sedikit sumber daya, tetapi semua yang mereka miliki mampu dan sukses melahirkan kemajuan terhadap bangsanya" ujar Indi.
Indi bercerita, sesuai arahan pembimbingnya, para santri tidak sekadar berwisata semata saja, melainkan ada hikmah dan nilai-nilai positif yang mesti mereka gali dan dokumenkan, dan aplikasikan dalam kehidupan saat telah kembali ke tanah air nanti.
Hal-hal baik yang ditemui di negara yang dikunjungi akan dipelajari dan diterapkan di lingkungan setelah kembali ke tanah air. Seperti kebersihan, ketertiban, sikap bertanggung jawab dan hal lainnya, kita juga harus bisa maju seperti mereka, tukuk Indi.
Disamping itu, setelah kembali ke tanah air, para santri beserta guru pendamping juga akan membuat laporan perjalanan dalam berbagai bentuk, mencakup miniatur, artikel, catatan studi edukasi maupun karya kreatif lainnya.
Hal lain menarik lainnya yang bisa kita saksikan dari Studi Ilmiah puluhan Santriwati Diniyah Puteri ke luar negeri kali ini adalah, betapa kegiatan mereka bisa dengan mudah dipantau oleh orang tua atau wali santri melalui aplikasi grub Whatup yang dibuat oleh penyelenggara kegiatan disamping itu selain majelis guru juga terdapat team dokumentasi, visualisasi, dan digitalisasi Diniyah Channel yang dimiliki oleh Diniyah Putri untuk mengikuti perkembangan zaman, agar sekolah dan anak-anak didik mereka tidak gagap tekhnologi di tengah-tengah gempuran dunia digitalisasi saat ini.
"Berdiri bulu roma saya, kala slogan Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang dan Takbir Menggema di Singapore," ujar dr Rahmi Salbi, DK, orang tua santri.
Menurutnya serasa ada takjut dan ngiang di dada tak bisa dilukiskan dengan kata-kata ketika slogan Diniyah Puteri "Menaklukkan Dunia, Meraih Sorga dan kumandang Takbir Allahu Akbar menggema di Nasional University Singapore (NUS) dan tempat wisata tersohor di negeri berlambang Singa itu, para wisatawan manca negara lainnya tampak terkesima.
Banyak sejawat yang bertanya, kok bisa gadis belia, sekecil mereka sudah ke Singapura pula mainnya, dalam balutan busana dan lilitan hijab nan berpola khusus pula, tak semua orang bisa meniru cara pasang lilitan nan mereka gunakan, tukuk Rahmi.
MasyaAllah, Tabarakalllah. Terkenang kita dengan Syahidah Rahmah El Yunusiah, pencetus berdirinya Diniyyah Puteri Padang Panjang, tanggal 1 November 1923, nyaris se abad yang lalu. Sungguh hebat penjuangan emansipasi dan cita-cita luhurnya untuk Wanita Indonesia. Terima kasih, para Ustadz, Ustadzah yang telah senantiasa menjaga Diniyyah Puteri sehingga semangat dan perjuangan Ummi Rahmah El Yunusiah terus menggelora hingga sampai pada generasi putri-putri tersayang kita, di era yang telah serba digitalisasi saat ini. We love you Diniyyah Puteri, tukas Rahmi Salbi. (Ikhwan)
Nusantara