Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • 5.100 HP Palsu Senilai Rp17,6 Miliar Disita, Ini Daftar Mereknya

Ekonomi,

5.100 HP Palsu Senilai Rp17,6 Miliar Disita, Ini Daftar Mereknya

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 23 Jul 2025 14:51
okezone.com
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyita 5.100 unit handphone (HP) ilegal senilai Rp17,6 miliar yang di produksi di Ruko Green Court, Jakarta Barat.

Mendag menjelaskan, ruko tersebut merakit ulang handphone bekas dan kemudian memasarkannya lewat toko online dengan label barang baru. Selain handphone, ruko tersebut juga memproduksi aksesoris HP seperti casing hingga charger rakitan.

"Kita melakukan ekspose untuk produk smartphone atau telepon seluler ilegal yang diproduksi di Ruko Green Court, Cengkareng (Jakarta Barat). Kemudian kita dapat informasi dari masyarakat bahwa tempat ini dipakai untuk merakit, memproduksi, kemudian menjual barang-barang smartphone ilegal yang diperdagangkan melalui marketplace," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Mendag merinci sebanyak 5.100 handphone telah disita dengan nilai Rp12,08 miliar, kemudian 747 koli aksesoris ponsel termasuk casing dan charger senilai Rp5,54 miliar, sehingga total barang yang disita dalam sidak Rp17,6 miliar.

"Semua barang rakitan, jadi mesin, kemudian aksesoris, charger, semua diambil dari atau dikirim dari Batam yang merupakan impor ilegal dari China," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Mendag menyebutkan ruko tersebut telah melakukan produksi sejak tahun 2023. Beberapa merek yang banyak dirakit ulang di ruko tersebut dan dipasarkan antara lain ponsel merek Redmi, Oppo, Vivo hingga produk Apple.

"Barang bekas diproduksi lagi termasuk semua sparepartnya. Baterainya juga ya. Baterainya semua dirakit ulang ya termasuk kabel dan sebagainya. Kemudian setelah selesai ya, setelah selesai di packing," tambahnya.

Berdasarkan hasil investigasi, diketahui 5.100 unit HP yang disita tersebut setara dengan kapasitas produksi ruko dalam kurun waktu seminggu. Diperkirakan ratusan ribu lebih unit ponsel palsu telah beredar di pasaran dalam kurun waktu 2 tahun sejak 2023 beroperasi.

"Ini kita temukan dalam seminggu dia sudah produksi 5.100 handphone. Tapi mungkin kita perlu cek lagi apakah dia setiap minggu produksi sebanyak itu, masih kita dalami," kata Budi .

"Sanksinya pertama, perusahaan ini sudah tidak boleh beroperasi lagi, barang sudah kita amankan. Tidak boleh memiliki kegiatan usaha yang sama, selanjutkan akan serahkan ke Bareskrim," pungkasnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 23:34

    BREAKING NEWS: Serangan Rudal Iran Hantam Kapal AL AS di Selat Hormuz

    JAKARTA - Sebuah kapal patroli Angkatan Laut (AL) AS dilaporkan telah dihantam oleh dua rudal Iran di dekat Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita Fars. Laporan tersebut mengklaim bahwa

  • Senin, 04 Mei 2026 23:32

    Prabowo Terbitkan Perpres Anak Tidak Sekolah, Ini 9 Kategori yang Jadi Sasaran!

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Perpres tersebut ditetapkan pada 26

  • Senin, 04 Mei 2026 23:30

    Prabowo Minta Kampus Bentuk Tim Bantu Pemda Selesaikan Masalah di Daerah

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta kampus membentuk tim guna membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam menyelesaikan permasalahan di daerah. Permasalahan tersebut, antara lain penanganan

  • Senin, 04 Mei 2026 23:27

    Restitusi PPN Dipangkas Jadi Rp1 Miliar, Ini Alasan Purbaya

    JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat kebijakan pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Langkah ini diambil guna mema

  • Senin, 04 Mei 2026 23:24

    Rupiah Makin Melemah Dekati Rp17.400 per Dolar AS

    JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.394 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026). Rupiah melemah me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.