Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • 5 Negara yang Sengsara Gara-Gara Minyak Murah

5 Negara yang Sengsara Gara-Gara Minyak Murah

Kamis, 07 Jan 2016 09:09
Okezone
Ilustrasi minyak mentah.
JAKARTA - Harga minyak dunia telah menyentuh level terendah dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, yaitu mencapai di bawah USD 37 per barel. Penurunan ini sangat signifikan dibandingkan dengan harga minyak mentah dunia pada pertengahan tahun 2014 lalu yang berada di atas USD 100 per barel.

Selain karena kelebihan pasokan minyak dari negara-negara anggota produsen minyak (OPEC), perlambatan ekonomi China juga turut memberikan dampak dari penurunan harga minyak ini. Sebab, seiring dengan perlambatan ekonomi China, permintaan minyak mentah juga dari pemerintah China juga akan dibatasi.

Keadaan ini telah berdampak pada terpuruknya keadaan perekonomian lima negara penghasil minyak dunia. Melansir CNN, berikut adalah lima negara yang terpuruk akibat penurunan harga minyak dunia.

1. Venezuela

Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Pemerintah Venezuela selama ini memanfaatkan produksi minyak sebagai salah satu sumber pendanaan untuk biaya pensiun, kesehatan, dana sosial, hingga menyubsidi perumahan.

Namun, keadaan berubah setelah harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2015. Venezuela mengalami krisis ekonomi dengan lonjakan inflasi sebesar 150 persen. Inflasi ini diperkirakan akan terus meningkat pada tahun ini hingga mencapai 200 persen.

Akibat krisis ekonomi ini, pemerintah tidak mampu membayar berbagai tagihan dan menyediakan pasokan kebutuhan masyarakat. Krisis ekonomi ini pun menyebabkan kekacauan politik. Bahkan, partai oposisi di Venezuela untuk pertama kalinya berhasil memenangkan pemilu sejak 17 tahun yang lalu.

2. Arab Saudi

Penjualan minyak mentah telah menyumbang 75 persen dari pendapatan negara di Arab Saudi. Namun, akibat penurunan harga minyak ini Arab Saudi mengalami defisit anggaran sebesar USD 100 miliar. Arab Saudi pun segera merumuskan langkah kebijakan penghematan anggaran yang sangat sulit pada tahun ini.

"Ini merupakan sebuah peringatan, bahwa negara produsen minyak selama ini selalu bergantung pada harga minyak dunia yang tinggi untuk menjadi sumber pendapatan anggaran negara," ujar Global Strategist Societe Generale, Kit Juckes.

3. Nigeria

Nigeria merupakan negara produsen minyak terbesar di Afrika. Penjualan minyak mentah telah menyumbang 75 persen dari pendapatan pemerintah. Ekspor Nigeria juga bergantung pada ekspor minyak mentah yang memberikan kontribusi sebesar 90 persen dari total ekspor Nigeria.

Terjun bebasnya harga minyak dunia telah menyebabkan pemerintah Nigeria tidak mampu membayar tagihan. Berdasarkan pemberitaan dari media lokal, pegawai negeri di beberapa daerah bahkan belum menerima gaji bulanan. Tak hanya itu, pemerintah juga memutuskan untuk melakukan pemadaman listrik dan masyarakat Nigeria saat ini tengah kekurangan bahan bakar akibat penghentian eksplorasi minyak mentah di Nigeria.

4. Rusia

Hampir 50 persen sumber pendapatan Rusia berasal dari ekspor minyak dan gas. Penurunan harga minyak dunia pun juga memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian Rusia. Keadaan ini diperparah dengan sanksi ekonomi yang diterima oleh Rusia akibat keterlibatannya dalam krisis Ukraina.

Rusia memperkirakan harga minyak dunia minimal akan berada pada USD 50 per barel. Namun, dengan harga minyak mentah yang menyentuh USD 37 per barel, IMF memperkirakan produk domestik bruto Rusia akan menyusut sebesar 3.8 persen sepanjang tahun 2015 dan 0,6 persen pada 2016.

5. Irak

Penurunan harga minyak dunia telah menyulitkan pemerintah Irak dalam mengelola keuangannya. Sebab, selain harus dihadapi oleh penurunan harga minyak mentah, Irak dituntut untuk mengeluarkan modal besar dalam perang melawan ISIS.

Irak juga masih membutuhkan investasi yang besar untuk membangun infrastruktur. Investasi ini sangat dibutuhkan oleh Irak untuk dapat melakukan eksplorasi pada jangka panjang di berbagai cadangan minyak di Irak.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.