BBM Jenis Premium Susah Dicari
Kamis, 07 Jan 2016 16:29
Pada semua ruas Jalan Bantul serta ruas Jalan Parangtritis, SPBU hanya melayani pembelian (BBM) jenis pertamax. Akibatnya, antrean mengular di bagian pengisian pertamax yang ada di masing-masing SPBU. SPBU Gose di Kota Bantul, Subroto mengatakan, saat ini pihaknya menunggu kiriman premium dari Depo Rewulu.
Kiriman premium dipastikan telat karena semua SPBU di DIY juga meminta dropping serupa dalam waktu bersamaan. Karena itu, pihaknya tidak melayani pembelian premium. "Premiumnya memang belum ada. Karena kami masih menunggu datangnya kiriman," ujar Subroto, kemarin. Subroto mengakui jika konsumsi premium pada hari pertama sejak harga BBM diturunkan melonjak tinggi.
Dalam sehari permintaan BBM jenis premium naik dari 24.000 liter menjadi 29.000 liter. Akibatnya, stok premium di tangki pendam milik SPBU tersebut terkuras habis. Saat ini dia memiliki tangki pendam yang hanya mampu memendam 30.000 liter. Di sisi lain, permintaan pertamax menurun drastis. Jika biasanya, dia menjual rata-rata 3.000 liter dalam sehari, tapi pada hari pertama penurunan harga BBM kemarin hanya 1.300 liter.
Dia tidak mengetahui alasan mengapa konsumsi pertamax turun, padahal harganya juga ikut diturunkan. "Tetapi yang jelas stok pre-mium kosong karena tangki timbun kami terbatas, hanya 30.000 liter. Di SPBU saya yang satunya di Sleman, tidak kosong kok," ungkapnya. Subroto menduga ketika ada penurunan harga BBM, konsumen serta SPBU melakukan pengereman pembelian.
Konsumen menunggu pembelian hingga harga BBM turun, sementara SPBU juga berusaha menghabiskan stok mereka. Konsumen baru membeli kembali ketika harga turun. Karena di tangki kendaraan mereka kosong, maka pembeliannya pun dalam jumlah banyak. Di tingkat SPBU, kata Subroto, kekosongan hanya terjadi di SPBUSPBU kecil seperti di tempatnya, Gose Kota Bantul.
Karena kapasitas tangki pendamnya hanya 30.000, maka stok BBM di tempatnya habis memenuhi permintaan konsumen. Padahal untuk pembelian dari depo baru dilakukan hari berikutnya sehingga premium di tempatnya sempat kosong. "Nah karena semua SPBU minta, maka Depo Rewulu kewalahan melayani permintaan. Apalagi armada pengiriman tangki mereka terbatas," ujarnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sahadi Suparja mengatakan, yang terjadi bukan kelangkaan. Kemungkinan besar hanya keterlambatan pasokan dari pihak Pertamina ke SPBU. Karena terlambat, maka terjadi kekosongan premium di SPBU dan mereka hanya melayani pembelian pertamax.
Hanya pihaknya tetap mewaspadai berbagai kemungkinan terhadap kekosongan tersebut. Pihak Disperindagkop akan memantau selama tiga hari ke depan sampai Jumat mendatang. Jika masih terjadi kekosongan seperti sekarang, berarti ada yang salah di tingkat distribusi.
Karena itu, jika masih terjadi kekosongan terus, pihaknya akan memanggil semua SPBU berkoordinasi dengan Hiswana Migas pada Senin depan. "Kalau pasukan normal, tetapi masih ada kekosongan di tingkat SPBU maka kemungkinan telah terjadi penimbunan. Ini yang kami waspadai," tuturnya.
Sebelumnya, kelangkaan BBM jenis premium juga terjadi di Kulonprogo. Sejumlah SPBU mengaku kehabisan stok BBM jenis premium. Pengelola SPBU sengaja mengurangi stok menjelang kebijakan pemerintah menurunkan harga. Tidak ada lonjakan penjualan di SPBU dan semuanya normal.
Kekosongan BBM sempat terjadi di SPBU Sukoreno dan SPBU Ngramang. Di SPBU Wates juga sempat dua jam kosong karena menunggu kiriman dari Pertamina. Sementara kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM ternyata tidak berpengaruh terhadap harga jual bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Kulonprogo. Harga masih stabil dan cenderung tidak ada penurunan.
Di Pasar Bendungan, Wates, harga ayam masih bertengger kisaran Rp32.000, cabai merah besar Rp30.000 per kilogram, dan beras di kisaran Rp9.000 sampai Rp11.000. Sedangkan harga daging sapi masih di atas Rp110.000 per kilogramnya dan untuk komoditas minyak goreng Rp12.000 per liter.
"Justru harga gula pasir naik dari Rp11.000 menjadi Rp12.000," kata Eni Sukarjo, salah seorang pedagang. Menurutnya, satu-satunya komoditas yang turun adalah telur ayam turun dari Rp24.000 menjadi Rp22.000. Penurunan ini diyakininya bukan karena pengaruh penurunan harga BBM., tapi karena memang permintaan pasar menurun. Setelah libur selesai, tidak banyak warga yang menggelar hajatan.
"Ini bukan karena BBM turun, karena orang hajatan mulai langka," katanya. Pedagang sayuran, Rujilah mengaku sebagian harga sayuran mengalami penurunan, tapi penurunan tidak seberapa. Bahkan kentang juga naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogramnya. Harga bawang merah juga masih mahal kisaran Rp23.000 dan bawang putih Rp25.000.
Sedangkan cabai merah keriting naik dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 dan cabai rawit turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. "Harga kulakan masih tinggi jadinya belum turun," ujar Rujilah. Seorang pembeli, Ikayanti, mengaku berbelanja sesuai kebutuhan. Harga barang sama dan tidak ada yang menurun. Padahal harga BBM sudah turun yang mestinya berpengaruh pada biaya transportasi. "Dulu saat BBM turun, harga juga tetap stabil," katanya.(rai)
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke