Jumat, 01 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Data Kemiskinan RI Disorot: BPS Catat 23,8 Juta, Bank Dunia Sebut 194 Juta Orang Miskin

Ekonomi,

Data Kemiskinan RI Disorot: BPS Catat 23,8 Juta, Bank Dunia Sebut 194 Juta Orang Miskin

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 26 Jul 2025 11:09
okezone.com
Data Badan Pusat Statistik (BPS) soal kemiskinan menjadi sorotan karena berbeda dengan data Bank Dunia. BPS mencatat jumlah penduduk miskin per Maret 2025 mencapai 8,47% dari total populasi Indonesia, atau sekitar 23,8 juta jiwa.

Sementara itu, Bank Dunia mencatat sekitar 68,2% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan internasional, atau setara 194,4 juta jiwa.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, menilai jumlah penduduk miskin versi pemerintah yang terkesan kecil dapat mempengaruhi alokasi anggaran perlindungan sosial (perlinsos) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Akibatnya, anggaran berpotensi ditekan atau tidak mengalami peningkatan signifikan.

“Padahal, di luar subsidi BBM, persentase anggaran perlinsos Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 1%, dan menjadi salah satu yang terendah di Asia. Indonesia masih tertinggal jauh dari negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand yang telah mengalokasikan lebih dari 5% PDB untuk perlindungan sosial,” kata Media dalam risetnya, dikutip Sabtu (26/7/2025).

CELIOS meyakini bahwa jumlah penduduk miskin yang aktual di lapangan jauh lebih besar daripada angka resmi pemerintah. Laporan terbaru Bank Dunia mencatat sekitar 68,2% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan internasional, atau setara 194,4 juta jiwa. Angka ini sangat berbeda dengan data BPS yang hanya mencatat 8,47% atau 23,8 juta orang sebagai penduduk miskin.

Meskipun metodologi keduanya berbeda, disparitas hingga delapan kali lipat ini menunjukkan adanya masalah dalam definisi kemiskinan yang digunakan pemerintah. BPS sendiri sudah hampir lima dekade menggunakan pendekatan pengukuran kemiskinan berbasis pengeluaran, dengan komponen konsumsi yang dianggap tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Menurut Media, pendekatan pengukuran BPS yang sudah tidak relevan ini diperparah oleh sistem pendataan yang mensyaratkan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Jika garis kemiskinan terlalu rendah, maka otomatis banyak masyarakat rentan yang tidak terjaring dalam kategori miskin sesuai data DTKS, dan akhirnya tidak menerima bantuan sosial apa pun,” ujar Media.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masih banyak warga yang sebenarnya layak menerima bantuan, namun tidak tercakup dalam program perlindungan sosial akibat definisi kemiskinan yang terlalu sempit.

Penurunan angka kemiskinan yang hanya 0,1 persen poin juga mengindikasikan bahwa meskipun ada masyarakat yang berhasil keluar dari garis kemiskinan, jumlah orang yang jatuh miskin atau menjadi miskin baru tetap tinggi. Akibatnya, penurunan bersih yang terjadi sangat kecil dan tidak mencerminkan kemajuan signifikan dalam perbaikan kesejahteraan.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 01 Mei 2026 16:21

    Prabowo Akan Bangun Kota-Kota Baru, Tiap Wilayah Ada 100 Ribu Rumah untuk Buruh

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto akan membuat kota-kota baru di Indonesia, dimana setiap kota akan ada 100 ribu rumah. Rencana ini untuk memenuhi kebutuhan hunian untuk buruh.Demikia

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:18

    Bawa Replika Rudal, Massa Buruh Geruduk Gedung DPR

    JAKARTA - Massa buruh mulai mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026) siang. Bahkan, di antara massa, ada yang rudal dan roket ke de

  • Jumat, 01 Mei 2026 16:17

    May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siagakan Personel Dan Patroli Objek Vital

    INHU - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun ini berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Tidak adanya aksi yang berpotensi mengganggu ketertiba

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:26

    Harga Minyak Dunia Hari Ini Anjlok Usai Cetak Rekor Tertinggi Kemarin

    Penurunan ini terjadi setelah laporan menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberikan masukan kepada Presiden Donald Trump. Harga minyak mengalami penurunan pada hari Kamis (Jumat wakt

  • Jumat, 01 Mei 2026 10:39

    Vivo T5 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Spesifikasi dan Harganya

    JAKARTA �" vivo mambawa kembali lini T Series di Indonesia dengan menghadirkan vivo T5 Series dalam dua model: T5  dan T5 Pro. Lini T Series baru ini diposisikan sebagai perangkat all-roun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.