Ekonomi RI Melemah, World Bank Tuding China sebagai Penyebabnya
Senin, 05 Okt 2015 14:47
Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia, Ndiame Diop, menyatakan bahwa Indonesia perlu mengantisipasi pelemahan yang terjadi di China. Pasalnya, pada tahun selanjutnya, ekonomi China diprediksi masih akan tumbuh lambat.
"China Ya mempengaruhi Indonesia. Kita slow down karena China. Ini salah satu faktornya," kata Diop di kantornya, Jakarta, Senin (5/10/2015).
Menurutnya, Pemerintah perlu fokus membuat kebijakan untuk menumbuhkan perekonomian serta stabilisasi ekonomi Indonesia. Terlebih saat ini harga komoditas dan nilai tukar Rupiah.
"Risiko yang harus kita antisipasi terjadi di China. Kalau enggak diantisipasi ini akan mempengaruhi ekonomi ASEAN. Karena pertumbuhan China akan slow down berkelanjutan," tandas dia.
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke