Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Emas Turun Setelah Data Ekonomi AS Positif

Emas Turun Setelah Data Ekonomi AS Positif

Sabtu, 09 Jan 2016 16:55
Ilustrasi: Reuters
CHICAGO - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari, turun USD9,9 atau 0,89 persen menjadi menetap di USD1.097,90 per ounce.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat menunjukkan lapangan pekerjaan AS tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang banyak pedagang perkirakan, menempatkan tekanan pada logam mulia.

Laporan menunjukkan data penggajian non pertanian meningkat 292.000 pada Desember, yang jauh lebih tinggi dari yang diharapkan. Para analis mencatat bahwa jasa profesional dan bisnis meningkat 73.000 gaji, dan bahwa ukuran ini sering meningkat menjelang perekrutan mendatang.

Kekuatan dalam laporan ketenagakerjaan ini kemungkinan akan mempengaruhi pemikiran dari Federal Reserve AS selama beberapa pertemuan berikutnya, para ahli mengatakan.

Para analis mengatakan tren jangka panjang untuk emas tetap sangat "bearish" karena The Fed mulai menaikkan suku bunga pertamanya pada Desember, meskipun semula diharapkan ditunda sampai 2016.

Beberapa analis memperkirakan bahwa The Fed dapat meningkatkan suku bunga utamanya pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada Maret.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong para investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sampai pertemuan FOMC Desember belum ada peningkatan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.

Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,28 persen pada pukul 18.00 GMT, sehingga menekan emas.

Penguatan ekuitas AS juga menempatkan tekanan pada logam mulia.

Perak untuk pengiriman Maret turun 42,6 sen, atau 2,97 persen, menjadi ditutup pada USD13,918 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD1,2, atau 0,14 persen, menjadi ditutup pada USD878,70 per ounce.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.