Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Minyak Dunia Diramal Bisa Tembus ke US$ 60 Per Barel

Ekonomi,

Harga Minyak Dunia Diramal Bisa Tembus ke US$ 60 Per Barel

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 18 Agu 2025 14:21
Detiknews.com
Harga minyak dunia merosot pada pekan ini. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berada di angka US$ 62,62 per barel, turun 18 sen atau 0,29%.
Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha mengatakan penurunan tersebut karena sentimen pasar saat ini masih berfokus pada dinamika geopolitik, khususnya perkembangan terbaru dari pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Andy mengatakan berdasarkan kombinasi analisis candlestick dan indikator Moving Average, tren bearish pada WTI masih cukup kuat dan berpotensi menekan harga lebih dalam.

"Jika tekanan bearish ini berlanjut, maka WTI berpotensi menguji level psikologis di sekitar US$ 60 per barel. Namun, jika harga gagal menembus ke bawah dan justru terkoreksi, ada peluang rebound menuju area US$ 64,50," ujar Andy dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/8/2025).

Andy menerangkan, fktor geopolitik menjadi pendorong utama volatilitas harga minyak dalam beberapa hari terakhir. Pertemuan Trump dan Putin pada Jumat di Alaska disebut menghasilkan sikap yang lebih lunak dari AS terhadap Moskow.

Alih-alih menambah tekanan sanksi terkait ekspor energi Rusia, Trump justru memilih untuk membuka ruang negosiasi menuju kesepakatan damai di Ukraina. Hal ini meredakan kekhawatiran pasar akan gangguan suplai dari Rusia, salah satu produsen minyak terbesar dunia.

Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy serta para pemimpin Eropa pada Senin ini untuk membahas percepatan upaya perdamaian. Meski demikian, Moskow tetap mempertahankan tuntutan teritorialnya, sementara sejumlah negara Eropa menolak kompromi yang ditawarkan. Situasi ini membuat status quo konflik masih berlanjut, sehingga investor cenderung menahan diri.

Sementara itu, pasar juga menyoroti kebijakan dagang AS terhadap Tiongkok, importir terbesar minyak Rusia. Trump menyatakan tidak akan segera memberlakukan tarif pembalasan terhadap negara-negara yang masih membeli minyak dari Rusia, termasuk Tiongkok dan India.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan langkah tersebut bisa diambil dalam dua hingga tiga minggu mendatang. Sikap ini memberikan sedikit ketenangan bagi pasar energi dalam jangka pendek.

Selain faktor geopolitik, fokus investor juga tertuju pada kebijakan moneter AS. Ketua Federal Reserve Jerome Powell diperkirakan akan memberikan pidato penting di simposium Jackson Hole pekan ini.

Pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga, terutama setelah inflasi AS menunjukkan tanda-tanda melandai.

"Penurunan suku bunga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya meningkatkan permintaan energi global," katanya.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.