Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Jangan Ulangi Kesalahan, Eksekutif Harus Selektif Susun RAPBD Bengkalis 2016

Jangan Ulangi Kesalahan, Eksekutif Harus Selektif Susun RAPBD Bengkalis 2016

Laporan : Supriyanto
Jumat, 04 Sep 2015 10:10
BENGKALIS-Pihak eksekutif/Pemkab Bengkalis dituntut harus seselektif mungkin menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2016 mendatang. Kesalahan dalam memprediksi besaran APBD jangan sampai terulang lagi seperti tahun anggaran 2015 ini, dimana APBD mengalami defisit mencapai Rp 800-an milyar.

 Pendapat tersebut dilontarkan wakil ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan Eng, MH menyikapi masih bergerak lambannya penyerapan APBD tahun 2015 ini. Salah satu indikatornya adalah kelalaian eksekutif mulai pembahasan anggaran untuk APBD tahun 2015 yang kemudian berujung pada realisasi kegiatan di lapangan.

"Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus selektif menyusun RAPBD tahun 2016. Jangan sampai terulang lagi kejadian pada saat pengajuan RAPBD tahun 2015, dimana setelah dilakukan pembahasan intensif di Badan Anggaran (Banggar) DPRD sampai ketok palu/pengesahan ternyata malah APBD defisit mencapai Rp 800-an milyar,"tegas Indra Gunawan alias Eet, Kamis (03/09/2015).

 Menurut Ketua DPD Partai Golkar kabupaten Bengkalis ini, selain terjadi defisit anggaran, pelaksanaan kegiatan yang bermuara kepada serapan APBD juga sangat rendah, dikarenakan keterlambatan proses pelelangan. Akibatnya berapa sisa lebih anggaran (silpa) dari pelelangan proyek belum dapat diketahui.

Kemudian tukas Eet, serapan anggaran yang baru berkisar 30-an persen membuat pembahasan RAPBD Perubahan berjalan tersendat. DPRD mendesak supaya serapan anggaran sudah mencapai angka maksimal, minimal 50-an persen pada triwulan ketiga ini. Termasuk diantaranya menggesa pelelangan proyek-proyek yang ada di SKPD secepatnya.

"Situasi APBD hari ini berjalan stagnan. Progres yang seharusnya sudah mencapai angka maksimal menjadi terlambat, sehingga berdampak pada penyusunan RAPBD tahun 2016. Indikator yang paling jelas adalah keterlambatan proses pelelangan proyek di ULP Bengkalis karena masih cukup banyak kegiatan yang belum dilelangkan sejauh ini,"tambah Eet.(Sup)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • Rabu, 06 Mei 2026 14:47

    Kebakaran Hanguskan Kafe di Marpoyan Damai, 5 Unit Damkar Dikerahkan

    PEKANBARU- Kebakaran melanda sebuah kafe bernama Cofe Suar yang berlokasi di Jalan Kuini, RT 02/RW 11, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, pada Selasa (5/5/2026) malam. Peristiwa tersebut te

  • Rabu, 06 Mei 2026 14:36

    UIN Suska Riau Mewisuda 1.200 Lulusan selama Dua Hari

    PEKANBARU-Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau kembali menggelar prosesi wisuda bagi 1.200 lulusan. Acara ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (5-6/5/2026), bert

  • Rabu, 06 Mei 2026 14:28

    Sambut Aspirasi Buruh, Pemkab Berencana Evaluasi Upah

    SELATPANJANG- Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar menerima audiensi Persatuan Buruh Gerobak Meranti (PBGM) di Ruang Rapat Bupati, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.