Kamis, 30 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Jonan Dianggap Tak Hargai Kerja Pertamina

Jonan Dianggap Tak Hargai Kerja Pertamina

Rabu, 16 Sep 2015 09:45
Okezone
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyayangkan sikap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang memberi kesempatan kepada perusahaan migas asing menjual avtur di Indonesia. Hal ini tidak terlepas karena harga avtur yang dijual Pertamina lebih mahal dibandingkan harga avtur internasional.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Eko Wahyu Laksmono mengungkapkan, jika pihak asing ikut menjual avtur, maka ketergantungan Indonesia dengan negara lain semakin bertambah.

"Dan ironisnya justru akan memberi kesempatan kepada pihak asing untuk masuk yang jangka panjangnya dikhawatirkan akan menambah ketergantungan negeri ini pada pihak asing, atau dengan kata lain akan menurunkan aspek ketahanan nasional," kata Eko di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Dia pun kecewa lantaran langkah Pertamina dalam menjaga kelancaran industri penerbangan, tidak dihargai oleh Menteri Jonan. Eko pun berharap mendapat dukungan dari pemerintah.

Dia menjelaskan, tugas Pertamina dalam penyediaan Avtur bagi industri penerbangan nasional telah dijalankan dengan baik selama lebih dari 55 tahun dan tidak hanya di bandara besar melainkan juga bandara-bandara remote seperti Tual, Kaimana, Natuna, Waingapu, dan lain-lain.

Saat ini Pertamina memiliki layanan Avtur di 62 bandara di seluruh Indonesia dan Timor Leste dengan continuity of supply, safety dan quality yang telah memenuhi standar internasional untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan Indonesia.

"Bukannya mendapatkan dukungan agar dapat lebih tumbuh dan berkembang, akan tetapi malah dihujat dengan pernyataan pemerintah melalui Menteri Perhubungan," imbuhnya.

Eko pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi kinerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan karena memberi kesempatan perusahaan asing menjual avtur di Indonesia daripada mendukung perusahaan BUMN.

"Presiden Jokowi untuk mengevaluasi kinerja Menteri yang keberpihakannya kepada asing melebihi dukungannya kepada Perusahaan Milik Negara," pungkasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.