Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kenapa Sudirman Said Mati-matian Pertahankan Pungutan BBM?

Kenapa Sudirman Said Mati-matian Pertahankan Pungutan BBM?

Rabu, 30 Des 2015 16:26
Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said hingga saat ini masih bersikeras untuk melaksanakan program pungutan dana ketahanan energi. Menurut Sudirman, dirinya memiliki alasan tersendiri untuk mati-matian mempertahankan kebijakan ini.

Meskipun menuai banyak kritikan, Sudirman menganggap dana ketahanan energi sebagai salah satu solusi untuk mencapai ketahanan energi jangka panjang. Selain itu, dirinya juga mengaku memiliki tiga pertimbangan utama untuk tetap mempertahankan kebijakan tersebut.

"Pertama, itu untuk ketahanan energi baru dan terbarukan. Kemudian bisa juga nanti dipakai untuk mewujudkan infrastruktur, misalnya ada 12.500 lebih desa itu masih belum dialiri listrik sempurna. Kemudian 2.516 di antaranya gelap sama sekali. Maka itu akan dibangun dengan cepat berkat energi terbarukan," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/12/2015).

Selanjutnya, dia menjelaskan, dana ketahanan energi ini nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk dana penelitan untuk cadangan eksplorasi energi nasional.

"Ketiga, bisa juga dipakai untuk biaya riset, pengembangan, sampai kepada urusan pengembangan ESDM dan pengembang eksplorasi. Ini adalah cakupan dari dana ketahanan energi," tuturnya.

Demi mencapai target waktu pelaksaan program pungutan BBM pada 5 Januari mendatang, Sudirman beserta jajarannya bahkan rela untuk lembur dan tidak libur agar dapat segera menyelesaikan pembuatan payung hukum dari program ini.

Sebagai informasi, hingga saat ini, Kementerian ESDM masih belum mendapatkan persetujuan dari komisi VII DPR untuk melalukan pungutan dana ketahanan energi. Namun, meskipun belum mendapatkan persetujuan, Sudirman yakin pada saat rapat pertama setelah reses, DPR akan mendukung pemerintah untuk melaksanakan program pungutan tersebut.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.