Berita satu.com
Keterlibatan UMKM dalam program 3 juta rumah menjadi wujud nyata merdeka untuk semua sekaligus penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni melanjutkan pengembangan infrastruktur dan membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi.
Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana menyebutkan, pihaknya berperan aktif dalam menyukseskan program 3 juta rumah melalui penyiapan UMKM-UMKM yang mendukung ekosistem pembangunan perumahan.
“Kementerian UMKM mendorong agar peran UMKM difokuskan pada sisi supply yaitu mempersiapkan dan mendorong seoptimal mungkin pelaksanaan program 3 Jljuta rumah,” ujar Temmy di Jakarta pada Jumat (15/8/2025)
Program ini bertujuan untuk menyediakan perumahan yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kesulitan memperoleh hunian yang terjangkau.
Melalui pendekatan terintegrasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan ekonomi wilayah, program 3 juta rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Selain itu, program 3 juta rumah menjadi salah satu wujud nyata komitmen Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia dari ketimpangan sosial ekonomi.
Temmy melanjutkan, peran yang dapat dimaksimalkan UMKM meliputi penyedia jasa konstruksi, penyedia bahan bangunan atau supplier material, dan penyedia dukungan pasca-hunian.
“Pada kelompok penyedia jasa konstruksi mencakup pengembang dan kontraktor kecil, penyedia tukang bangunan, instalasi listrik, pengecatan, plumbing, dan aplikator rumah pracetak, seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN),” katanya.
Temmy menambahkan, pihaknya juga akan mengakselerasi dan mengintensifkan kegiatan pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok UMKM tersebut agar memiliki kemampuan dan kapasitas untuk dapat terlibat dalam program 3 juta rumah.
Terkait persyaratan bagi UMKM yang bisa terlibat dalam program ini, Temmy menyebut tidak banyak persyaratan atau ketentuan khusus yang membatasi pengusaha UMKM untuk terlibat.
“Yang diperlukan UMKM pengembang adalah pemahaman prosedur untuk teregistrasi di SIRENG (Sistem Registrasi Pengembang) dan SIKUMBANG (Sistem Kumpulan Pengembang), serta kapasitas usaha untuk dapat membangun rumah subsidi,” katanya.
Sementara untuk UMKM ekosistem perumahan lainnya, Temmy menambahkan, seperti kontraktor dan supplier keterlibatannya bersifat B2B dengan pengembang.
“Oleh karena itu yang diperlukan adalah penguatan kapasitas agar UMKM tersebut memenuhi kriteria untuk dapat melaksanakan pekerjaan dari pengembang,” katanya.
Dampak Nyata
Sementara itu, Temmy melanjutkan, terkait akses pembiayaan bagi UMKM yang terlibat dalam program 3 juta rumah, pemerintah saat ini sedang mempersiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan sasaran utama penerima KUR ini adalah UMKM ekosistem perumahan.
“Dengan insentif berupa bunga 6% dan plafon mencapai Rp 500 juta akan sangat membantu UMKM untuk menambah permodalan dalam mengerjakan proyek pembangunan perumahan. Kami akan melakukan kegiatan pendampingan untuk memastikan sebanyak mungkin UMKM perumahan dapat memanfaatkan insentif ini,” ujarnya.
Berdasarkan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM sampai agustus 2025, Temmy menambahkan, ada sekitar 104.000 UMKM di Indonesia yang potensial untuk terlibat dalam program 3 juta rumah.
“Sebanyak 35.000 UMKM di antaranya bergerak di bidang konstruksi hunian termasuk di dalamnya pengembang kecil, kontraktor, dan jasa-jasa pendukung konstruksi perumahan, serta 69.000 UMKM supplier material bahan bangunan,” katanya.
Ia menambahkan, UMKM ekosistem perumahan yang telah terdata di SIDT akan menjadi sasaran utama program pembinaan dan pendampingan untuk memperluas kesempatan terlibat dalam program pembangunan 3 juta rumah.
“Apabila kita mampu memfasilitasi 104.000 UMKM tersebut sehingga kapasitas usahanya meningkat dan usahanya berkembang, maka diharapkan akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian dan menciptakan dampak nyata bagi ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com
Ekbis