Minyak Mentah Turun Kembali ke USD45
Kamis, 22 Okt 2015 09:37
Administrasi Informasi Energi (EIA) mencatat, persediaan minyak mentah AS naik 8 juta barel pekan lalu. Angka ini naik dua kali lipat dari perkiraan 3,9 juta barel.
Harga minyak memperpanjang kerugian dari posisi terendah mereka 1,5 juta barel dalam stok bensin. Penurunan bensin dan distillate stocks terjadi meski kenaikan produksi di kilang terus berjalan.
"Penurunan produk membuat bullish untuk pasar," kata analis konsultan energi dan basis data di Clipperdata, Matt Smith, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2015).
Minyak mentah AS, CLc1, turun USD1,09 atau 2,4 persen menjadi USD45,20 per barel. Sementara minyak mentah patokan minyak global, Brent LCOc1, turun 86 sen atau 1,8 persen menjadi USD47,85 per barel.
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke