Jelang Munas Kadin
Oso : Kadin Harus Peduli Ekonomi Kecil
Laporan : Joko Prasetyo
Selasa, 20 Okt 2015 15:33
Jakarta—Calon
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diharapkan mampu bersinergi
dengan pemerintah dan memiliki kepedulian tinggi kepada keadaan perekonomian
kecil. Kepedulian Ketum Kadin nanti bukan hanya kepada pengusaha besar, tapi
juga peduli kepada masyarakat usaha kecil, menengah dan ke bawah.
"Pemimpin yang kita harapkan nanti, bukan pemimpin atau pengusaha yang ditenteng pemerintah tapi tak berbuat untuk rakyat Indonesia. Pemimpin Kadin nanti harus peduli tentang keadaan ekonomi kecil. Sama dengan Presiden Jokowi," kata Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Oesman (Oso) dalam pembukaan Munas Kadin VIII di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (19/10/2015) malam.
Munas Kadin VIII 19-22 Oktober dengan tema "Kadin Paradigma Baru" memiliki agenda utama pemilihan Ketua Umum baru. Oso berharap calon pemimpin Kadin ke depan juga harus mempunyai nasionalisme yang tinggi. Pasalnya menurut dia, ekonomi nasional tidak akan tumbuh tanpa adanya nasionalisme.
"Kalau saya pertama (Ketua Umum Kadin) harus punya rasa kebangsaan, dia harus mengerti Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI," ujar Wakil Ketua MPR itu.
Meski
demikian, pria yang akrab disapa Oso itu pun tidak mau berandai-andai dan
intervensi siapa yang akan terpilih
menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia yang baru. Oso secara tegas menyatakan akan
menyerahkan hal tersebut kepada pengurus Kadin Indonesia di daerah.
"Saya tidak mau berandai-andai. Saya serahkan ke pengurus Kadin daerah, mereka yang berhak, bukan saya," tegasnya.
Munas Kadin digelar dalam rangka mencari dan menetapkan pengganti Ketua Kadin non-aktif Rizal Ramli. Sesuai aturan Kadin, ketua dilarang merangkap jabatan. Pada awal tahun lalu, pemerintah juga memilih Rizal sebagai Komisaris Utama PT Bank BNI Tbk. Belum lama menjabat, Rizal harus melepas jabatannya setelah Presiden menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya.
Sejumlah disebut-sebut akan bertarung dalam Munas Kadin. Diantaranya seperti Maxi Gunawan yang dikenal sebagai politikus sekaligus pengusaha. Kemudian, Ketua Umum Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Ismanu Soemiran, juga tampil sebagai kandidat. Tampilnya Ismanu dinilai menjadi kuda hitam dalam perebutan kursi ketua, termasuk Plt Ketua Kadin Zainal Bintang.
Zainal menambahkan berdasarkan pasal 38 ayat 3 butir (a) Kadin, AD/ART disebutkan jika ketua umum berhalangan tetap yang sisa masa jabatan lebih dari separuh kepengerusuan dilakukan Munas. "Jadi bukan dipercepat atau luar biasa. Biar tidak ada juga conflict of interest," katanya.(J.Prasetyo)
Ekbis
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke