Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • PLN: Pertamina Jangan Mau Untung Mulu

PLN: Pertamina Jangan Mau Untung Mulu

Kamis, 07 Jan 2016 15:25
Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - PT PLN (Persero) menilai harga uap panas bumi yang dipasok oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang 1,2, dan 3 seharusnya sudah lebih murah dari perjanjian awal.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN‎ Nasri Sebayang mengungkapkan, harga USD6 sen yang diajukan Pertamina untuk pasokan uap panas bumi di PLTP Kamojang adalah harga sementara (interim). Sementara pihaknya berpikir bahwa kerja sama antara Pertamina dan PLN untuk supply uap panas bumi di PLTP Kamojang telah lama terjalin.

"Artinya, biaya investasi yang telah dikeluarkan selama ini telah kembali. ‎Kita kan beli uap dari PLTP kamojang. PLTP Kamojang kan lebih dari 25 tahun, artinya menurut PLN biaya investasi yang sudah dikeluarkan selama ini sudah kembali. Kalau investasi sudah lama, sudah selesai investasinya, biaya apa lagi kah yang ada di sana?," tegas Nasri di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Dijelaskan Nasri, seharusnya tidak semua biaya investasi harus dibebankan kepada PLN sebagai pengguna uap gas bumi. Terlebih lagi, Pertamina dan PLN sudah berkerja sama lebih dari 25 tahun.

‎"Kita maunya (harga uap panas bumi) yang lebih murah dong. Tentunya biaya pemeliharaan atau investasi tambahan, tapi tidak sebesar investasi yang dulu,"imbuhnya.

Dengan keadaan tersebut, PLN menginginkan harga uap panas bumi yang dibeli dari Pertamina sebesar USD3 hingga USD4 sen. Untuk mencapai kesepakatan tersebut, PLN akan meminta pihak ketiga guna menilai harga yang wajar untuk itu.

"Iya USD3 sampai USD4 sen kita mintanya. Karena kita melihat sudah 25 tahun kok ini," paparnya.

Dirinya pun mencontohkan, harga uap panas bumi seperti harga sewa mobil.

"Sekarang kita punya mobil misalnya, ada mobil yang sudah operasi 10 tahun. Sudah kita operasikan 5 tahun, apa iya kalau kita sewa 5 tahun lagi biayanya lebih mahal daripada sewa sebelumnya? Logikanya sederhana bagi kita. Makanya nanti akan ada pihak ketiga yang akan menilai," sambungnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.