Pemerintah Perketat Subsidi Listrik hingga Pupuk
Senin, 04 Jan 2016 16:56
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menuturkan, pengetatan kebijakan ini pada tahap pertama akan dilakukan pada sektor kelistrikan. Sebab, saat ini sektor kelistrikan telah memiliki data jumlah pengguna subsidi listrik yang tidak tepat sasaran.
"Penataan subsidi memang jadi agenda kita, 2016 akan ada pemetaan subisidi listrik sehingga subsidi ini akan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. Saat ini PLN sudah mulai bekerja," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/1/2016).
Menurut Suahasil, saat ini terdapat 44,6 juta pengguna listrik yang menerima subsidi dari negara. Namun, jumlah ini jauh meningkat dibanding rumah tangga miskin yang berjumlah sekira 6 juta rumah tangga. Untuk itu, pada tahun ini akan dilakukan pengetatan penggunaan subsidi bagi masyarakat.
"Caranya adalah dengan memberikan insentif. Mereka tetap akan membayar harga keekonomian. Tapi pemerintah bantu dengan insentif yang diberikan langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan formula untuk pengetatan subsidi pada sektor pangan, benih dan pupuk. Ketiga sektor ini dianggap sebagai sektor tersulit untuk dilakukan pengetatan. Sebab, pemerintah belum memiliki data terkait masyarakat yang menggunakan tiga subsidi pada ketiga sektor tersebut.
"Tahun 2017 kita akan bentuk paket lagi, subsidi pangan, benih, dan pupuk. Kita sedang mencari cara agar ini tepat sasaran. Misal raskin, kita survei rata-rata rumah tangga miskin tidak menerima. Jadi kita akan mencari desainnya," imbuhnya.
Untuk itu, Suahasil mengharapkan kritikan dan masukan dari berbagai pihak mengenai tata cara yang tepat untuk melalukan pengetatan subsidi.
"Maka dari itu kita berharap ada diskusi dan masukan dari pengamat dan pihak kampus tentang bagaimana melakukan pengetatan subsidi ini," pungkasnya.
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke
Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026
Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian