Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Penurunan Harga BBM Tak Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok

Penurunan Harga BBM Tak Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok

Selasa, 05 Jan 2016 15:07
JAKARTA – Pemerintah pada hari ini memutuskan untuk tetap menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) tanpa memungut dana ketahanan energi (DKE). Namun, harga Premium yang dijual sebesar Rp6.950 dan Solar sebesar Rp5.650 ini diangap tidak akan memberikan dampak apa pun bagi perekonomian masyarakat.

Pengamat Energi Universitas Indonesia (UI) Iwa Garniwa mengungkapkan, kecilnya persentase penurunan yang ditetapkan oleh pemerintah menyebabkan produsen enggan untuk menurunkan harga jual berbagai barang kebutuhan pokok. Pasalnya, penurunan harga BBM ini tidak akan diiringi dengan penurunan biaya transportasi.

"Produsen tidak akan semata-mata menurunkan harga barang karena persentasenya penurunannya kecil. Belum lagi bicara ketidakpastian yang diberikan oleh pemerintah. Produsen akan ragu-ragu menurunkan harga barang," ujarnya kepada Okezone, Selasa, (5/1/2016).

Iwa menambahkan, inflasi dan kurs juga menjadi faktor penghambat dari penurunan harga kebutuhan pokok. Sehingga penurunan harga BBM belum mampu menutupi inflasi dan pelemahan kurs yang saat ini terjadi.

"Ada dua hal utama. Pertama inflasi, seharusnya penurunan harga BBM bisa menutupi inflasi untuk memberikan dampak pada penurunan harga. Tapi kan tidak bisa karena persentase penurunannya kecil. Kedua adalah kurs. Nilai tukar Rupiah kita masih melemah, ini juga menyebabkan produsen tidak dapat menurunkan harga meskipun harga BBM turun," jelasnya.

Untuk diketahui, kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga BBM dinilai percuma oleh sebagian besar masyarakat. Sebab, masyarakat tidak hanya akan melihat penurunan harga BBM dari segi konsumsi BBM semata, melainkan dampak terhadap penurunan harga BBM terhadap kebutuhan pokok.

"Masyarakat tidak melihat penurunan harga BBM ini sebagai penurunan harga konsumsi minyak, tapi pasti dari segi dampaknya terhadap penurunan harga bahan kebutuhan pokok. Ini yang harus diingat oleh pemerintah," pungkasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.