Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Pj Bupati Minta Petani Tidak Alihfungsikan Lahan

Panen Raya di Parit I Api-api

Pj Bupati Minta Petani Tidak Alihfungsikan Lahan

Laporan : Sabri
Kamis, 07 Jan 2016 09:52
Sabri
BUKIT BATU – Penjabat Bupati Bengkalis Ahmad Syah Harrofie mengajak petani di daerah ini agar untuk tidak mengalihfungsikan lahan menjadi perkebunan sawit atau karet. Langkah ini sebagai upaya mendukung tekad pemerintah untuk mengurangi impor prdouksi pangan, terutama beras.

"Sawit dan karet sudah tidak bisa diandalkan lagi, makanya kami berharap agar petani tetap konsisten untuk mempertahankan lahannya dengan tanaman padi. Oleh karena itu, sawit-sawit dan karet yang ada di sini, hendaknya pelan-pelankan kita tumbangkan untuk diganti dengan tanaman padi," demikian ungkap Ahmad Syah Harrofie pada panen raya di Desa Parit I Api-api, Kecamatan Bukit Batu, Rabu (6/1/2016).

Turut hadir pada pelaksanaan panen raya musim tanam 2015/2016 di Desa Parit I Api-api, diantaranya Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Sarsito Wahono Gaib Subroto yang juga Penanggungjawab Upsus Pajale Riau, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Riau, Askardiyah R Patrianov, Ketua DPRD Bengkalis Heru Wahyudi, Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Ariyanto, Sekda Bengkalis Burhanudin, Kadis Pertanian dan Peternakan Bengkalis, Ariayanto, dan sejumlah kepala SKPD di lingkungan Pemkab Bengkalis, Camat Bukit Batu M Fadlul Wajdi. 

Untuk meningkatkan produksi padi dari petani di Kabupaten Bengkalis, sangat penting untuk mendukung pemerintah untuk mengurangi impor bahan pangan. Selaras dengan itu, Ahmad Syah Harrofie mengajak para petani untuk tetap konsisten mempertahankan menamam padi.

"Keinginan pemerintah tidak ada impor pangan, sama dengan keinginan para petani, tentu diharapkan petani tidak ingin impor pangan, walaupun saat ini sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mengakibatkan produksi pangan luar negeri masuk ke daerah, sebaliknya produk pangan kita bisa masuk ke negara-negara Asean," ungkap Ongah Ahmad.

Agar petani tetap semangat menghasilkan komidit padi, Ongah Ahmad berhadap adanya dukungan dari provinsi maupun pusat untuk mencarikan terobosan maupun teknologi kepada petani, sehingga musim tanam bisa dilakukan dua kali setahun (IP 200). Terobosan yang dilakukan misalnya dalam bentuk teknologi irigasi seperti apa yang bisa dilakukan, sehingga petani bisa menaman bisa lebih satu kali setahun. Pada dasarnya, Pemkab Bengkalis tetap komitmen untuk mendukung peningkatan produksi padi di daerah ini.

"Sejauh ini, investasi Kabupaten Bengkalis terhadap peningkatan produksi padi, di kawasan pertanian Sepahat dan Sepotong sudah luar biasa. Seperti keberadaan RPC di Sepotong," ungkap Ahmad Syah Harrofie.(Sbi)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.