Rupiah Rp13.400 karena The Fed Tahan Suku Bunga
Sabtu, 10 Okt 2015 14:39
Kepala ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menjelaskan, penguatan Rupiah dikarenakan masalah global, terutama kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang tidak akan cepat-cepat menaikkan fed fund rate. Kebijakan pemerintah pun turut andil dalam penguatan Rupiah.
"Rupiah menguat kenapa, unsurnya satu ada masalah global. Karena sekarang di AS sendiri ada pendapat bahwa mereka tidak akan cepat-cepat naikan fed fund rate, karena recovery (perbaikan) di AS tidak secepat yang diperkirakan. Jadi sekarang kenaikan fed fund rate bergeser menjadi di 2016," kata Destry saat ditemui di Sekolah Tinggi Manajeman PPM, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).
Menurut Destry, diperkirakan The Fed baru akan menaikkan suku bunganya di semester II-2016. Bahkan, sangat dimungkinkan terjadi pada 2017.
"Kenapa? Karena mereka melihat China yang ekonominya masih terus slow down, artinya dia mengupayakan segala cara untuk mendorong ekonominya," sebut Destry.
Dijelaskan Destry, sebelumnya China kurang berhasil dalam meningkatkan ekonomi, namun China pasti akan menggenjot ekonominya dengan memperkuat kinerja ekspornya. Mulai dengan devaluasi currencynya atau juga dengan macam-macam, seperti dumping dalam bentuk insentif-insentif khusus.
"Kan ini menggangu recovery yang ada di AS. Jadi akhirnya recovery di AS berjalan melambat. Nah ini ditangkap oleh para investor, oh ini tidak ada kenaikan bunga cepet, recovery masih belum jelas, jadi risiko masih ada," sebutnya.
Di sisi lain, para investor pun akhirnya mencari negara-negara berkembang (emerging market) yang mempunyai riwayat pertumbuhan ekonomi (growth story) serta relatif stabil.
"Nah Indonesia sebetulnya punya growth story domestik ekonomi kita sekarang pun yang kelihatan mulai bottoming up kan, impor kita naik untuk bahan baku, semen sudah mulai naik, auto sell sudah mulai naik, meskipun year on year masih negatif, namun jika dibandingkan sebulan sebelumnya ada peningkatan, ekspor turun karena demand global lemah. Memang permintaannya enggak ada," tukasnya
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil
BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi. Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe
Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII
Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke