Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Soal Upah, Pemerintahan Jokowi-JK Lebih Kejam dari Orde Baru

Soal Upah, Pemerintahan Jokowi-JK Lebih Kejam dari Orde Baru

Senin, 26 Okt 2015 16:02
Okezone
Ilustrasi

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) lebih kejam dibandingkan dengan pemerintahan pada jaman orde baru.

Iqbal menyebutkan, kekejaman pemerintahan Jokowi-JK dalam hal penetapan upah bagi buruh. Di mana, saat ini pemerintahan Jokowi-JK tengah membahas Rancangan Peraturan Pemerintahan (RPP) upah dengan formula yang baru tanpa melibatkan serikat pekerja.

"Pemerintah beralasan peran serikat buruh hanya dalam tim peninjauan KHL selama 5 tahun, padahal formula yang baru tidak ada komponen KHL, pemerintahan Jokowi-JK lebih kejam dari orde baru soal pengupahan," kata Iqbal di Gedung LBH, Jakarta, Senin (26/10/2015).

Iqbal menuturkan, serikat buruh juga akan membentuk Komite Aksi Upah (KAU) untuk sebagai organisasi yang memperjuangkan penolakan RPP upah sampai dibatalkan.

"Komite ini akan bekerja sampai RPP itu dibatalkan, dan formula upah yang baru ditiadakan, balikan hak berunding upah, sampai berapa lama kita menyeting sampai 2015, kalau itu tidak berhasil dan RPP Upah dijalankan maka perlawanan penolakan akan berlanjut," tambahnya.

Lanjut Iqbal, tidak ikutnya serikat pekerja dalam penentuan kenaikan upah buruh setiap tahunnya. Hal ini, kata Iqbal, buntut dari keserakahan dan kerakusan para pengusaha.

"Karena mereka (pengusaha) sudah dapat semua dari paket kebijakan, kami mendukung tarif dasar listrik turun sudah turun, tapi kerasukan dan keserakahan pengusaha meminta dikembalikan ke hak upah murah karena tidak ada hak berunding, jadinya rezim upah murah. Keserakahan pengusaha ini menghilangkan peran serikat buruh ke rezim upah murah," tutupnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.