Rabu, 29 Apr 2026

Swasembada Pangan Harga Mati

Laporan : Sabri
Kamis, 07 Jan 2016 09:48
BUKIT BATU - Dandim 0303 Bengkalis Letkol Arh Wachyu Dwi Ariyanto memotivasi para petani di Kabupaten Bengkalis untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi. Mengingat sesuai keinginan pemerintah RI bahwa negeri harus mampu menjadi swasembada pangan.

"Pesan dari Pak Menteri, bahwa swasembada pangan ini merupakan harga mati. Kalau di TNI, NKRI adalah harga mati. Maka di bagi petani, keberhasilan swasembada adalah harga mati," ungkap Letkol Arh Wachyu Dwi Ariyanto pada panen raya di Desa Parit I Api-api, Kecamatan Bukit Batu, Rabu (6/1/2016).

Untuk menyukseskan swasembada pangan, maka TNI AD dilibatkan dalam pendamping petani. Dandim menginginkan kemitraan yang telah terjadi antara TNI dan petani dapat ditingkatkan lagi, supaya apa yang dicita-citakan oleh Presiden RI dapat diwujudkan. Terutama agar negeri ini tidak lagi tergantung impor beras dari negara lain, tapi bagaimana kedepan menjadi swasembada padi.

Agar program swasembada pangan dapat terwujud, Wachyu berharap agar musim tanam padi di Kabupaten Bengkalis bisa ditingkatkan lagi dari IP 100 menjadi IP 200. Apabila, program IP 200 belum bisa diwujudkan karena tergantung dengan masalah cuaca, maka petani di Desa Parit I Api-api bisa beralih untuk menanam komoditi pangan lainnya, seperti jagung. Sebab tanaman jagung dinilai lebih kuat dengan kondisi lahan kering.

"Dari informasi yang saya terima, ada program 500 hektar menanam jagung dari kementerian. Hendaknya, program ini bisa dilaksanakan juga oleh para petani di Kabupaten Bengkalis," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Sarsito Wahono Gaib Subroto, mengatakan pada tahun 2016 Menteri Pertanian menargetkan produksi padi harus di atas 80 juta ton. Untuk Provinsi Riau, selama satu tahun ini Oktober 2015 – September 2016, ditargetkan untuk menamam 119 ribu hektar. Meskipun target ini, dinilai bukan mudah, namun hal ini bisa dilakukan apabila petani dan seluruh elemen dapat mewujudkan.

Gaib mengatakan musim tanam pada Oktober 2015-Maret 2016 masih tersisa tiga bula lagi, oleh karena itu petani di Desa Parit Api-api dan kecamatan Bukit Batu pada umumnya untuk memanfaatkan rentang waktu yang ada ini untuk menanam padi. "Waktu bulan tiga bulan ini tidak boleh lepas, khususnya bulan Januari dan Februari. Kalau air masih bisa mencukupi, hendaknya bisa segera dilakukan penanaman lagi," tandasnya.

Gaib minta agar petani tidak puas dengan hasil musim tanam satu kali setahun, tapi hendaknya lebih ditingkatkan lagi menjadi dua kali satu tahun. Karena jika petani puas dengan musim tanam satu kali setahun, maka target 119 ribu hektar dalam tahun ini tidak bisa tercapai.(Sbi)

Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 17:02

    Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadli Pimpin PWI Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir resmi menggelar Konferensi ke VIII pada Rabu (29/4) pagi di Bagansiapiapi.  Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Pe

  • Rabu, 29 Apr 2026 17:01

    Dibuka Sekretaris Dinas Kominfo Rohil, PWI Rokan Hilir Gelar Konferensi ke VIII

    Rokan Hilir - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hilir menggelar Konferensi ke VII, Rabu (29/4/2026) pagi. Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kominfo Zuliandra itu dilaksa

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.