Presiden Jokowi pernah berkunjung di Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir, Riau dengan kegiatan peresmian peremajaan sawit rakyat seluas 15.000 hektare yang melibatkan 5.000 petani swadaya di Rokan Hilir, Riau.
Perkebunan sawit di Provinsi Riau salah satu sektor yang telah memberikan konstribusi bagi perekonomian masyarakat. Sektor Perkebunan, kelapa sawit merupakan komoditas yang paling luas penyebarannya di wilayah Riau, salah satunya di Kabupaten Rokan Hilir.
Tampak tiga orang pekerja sedang memuat sawit dari Mobil Eltor 300 ke Mobil engkel di belakang rumah seorang Petani Sawit Safrizal (42) usai melakukan panen sawit di ladangnya beliau juga memiliki tempat penampungan sawit (RAM) didepan Rumanhya, Jumat (13/03/2020) (Foto: Jonathan Surbakti)
Produktivitas perkebunan yang paling tinggi berada pada komoditas sawit sebesar 6,38 ton/ha. Hal ini juga didukung oleh lahan perkebunan sawit yang sangat luas dibanding dengan komoditi perkebunan lainnya. Selain luasnya lahan, tingginya produktifitas sawit juga dipengaruhi oleh perawatan dari tanaman sawit itu sendiri.
Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu komoditi strategis yang secara ekonomis, ekologis dan sosial budaya, berperanan penting dalam pembangunan nasional, kita lihat misalnya di Kabupaten Rokan Hilir seperti penuturan salah satu warga berikut ini:
,”Saya Bangga Jadi Petani Sawit, karena usaha ini merupakan prosfek yang menjajikan, serta untuk masa depannya,” Ucap Safrizal (42 ) kepada spiritriau.com Jumat (13/03/2020).
“Kalau bukan kita yang berusaha memperbaiki nasib, siapa lagi. Tekad saya 100% ingin mengubah nasib,” ungkap Safrizal yang akrab dipanggil Candra ini. Tentang alasannya menjadi petani sawit, ia ingin meningkatkan taraf hidup itu awalnya, selanjutnya setelah ia lakukan proses, maka diwujudkan langsung dengan menjadi petani sawit.
Keluarga Besar Almarhum H.Affandi Tungkang warga Kepenghuluan Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau merupakan petani sawit dari dulu hingga sekarang, sukses ‘membiakkan’ kebun sawitnya tidak membuat keluarga besar 838 ini puas, Anaknya H.Syamsuri mengembakan pembibitan sawit di belakang rumahnya, di Jalan Lintas-Riau-Sumut, sementara di Samping rumahnya ia bangun sebuah Masjid yang cukup mentereng, Jumat (13/03/2020) (Foto : Jonathan Surbakti).
Putra Daerah asli kelahiran Sedinginan ini, mengisahkan Perjalanan hidupnya yang penuh liku. Mantan Kontraktor biro instalator selama 7 tahun, dan pernah sebagai Sub Kontraktor PT Hutama Karya (HK) dalam pembagunan gedung IPDN dan Kantor Bupati Rokan Hilit tahun 2010-2013 memiliki Luas lahan sawit di Madal kepenghuluan Rantau Bais dari tahun 2015 sampai sekarang. Candra dengan sunguguh-sungguh terus bekerja lebih keras mengelola kebun sawit tersebut. Sekarang Candra pun menikmati jerih payahnya sebagai petani sawit yang baru 5 tahun, rumah besar menjadi tempat tinggalnya berikut mobil sport dan beberapa motor sebagai alat transportasi keluarganya.
Kebun sawit Candra juga berkembang, bahkan dia mampu mempekerjakan sejumlah buruh tani dengan gaji yang lumayan. Kemampuannya untuk berbicara di depan umum dan jiwa kepemimpinan yang menonjolmenjadi daya tarik Candra sehingga ia didapuk sebagai Ketua RT 03 Kelurahan Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih Rohil sampai sekarang (jon)