Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Waspada Perang Informasi, UU Penyiaran Harus Selektif Soal Rokok

Ekonomi,

Waspada Perang Informasi, UU Penyiaran Harus Selektif Soal Rokok

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 25 Agu 2025 14:26
Berita satu.com
Media sosial menjadi salah satu saluran utama arus informasi. Namun, arus informasi yang masuk harus difilter karena kebenarannya sulit dibedakan.

Salah satu produk yang diuntungkan dengan kehadiran media sosial adalah tembakau dan turunannya, seperti rokok dan vape. Pasalnya, iklan rokok yang dilarang di televisi dapat dengan mudah muncul di media sosial.

Ketua Umum Komnas Pengendalian Tembakau, Hasbullah Thabrany, mengatakan informasi yang beredar di media sosial sangat mudah memengaruhi, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, pihaknya berharap UU Penyiaran diisi dengan informasi yang benar.

"Hidup memang memiliki risiko, dan risiko perang informasi ini bisa jauh lebih berbahaya (ketimbang perang yang jauh dari Indonesia, red) untuk generasi kita yang akan datang," ungkapnya dalam RDPU bersama Komisi I DPR, Senin (25/8/2025).

Dia memaparkan, menurut data, pria Indonesia merupakan juara perokok dunia dengan 74,5% pria merokok. "Perempuan memang masih sedikit, tetapi inilah yang menjadi target informasi industri rokok atau vape," ujarnya.

"Bisa saja ada perang informasi baru yang membuat orang menjadi 'mabok perokok'," tambahnya.

Menurut Hasbullah, informasi yang baik dapat membuat rakyat sehat, kuat, dan berkarakter. Namun sebaliknya, informasi yang menyesatkan bisa membuat banyak generasi muda terkecoh.

"Kalau hal itu terjadi, kita makin terlena. Bisa jadi ada skenario untuk melemahkan sumber daya manusia (SDM) kita, dengan membiarkan generasi kita sebagai 'mabok rokok'," paparnya.

"Jika rakyat terlena dan terus mengonsumsi tembakau, maka hal itu akan menjadi ancaman besar," imbuhnya.

Hasbullah mencontohkan Singapura, yang memperlakukan vape sebagai narkotik karena tidak ingin SDM mereka rusak. "SDM kita sudah kurang, tetapi kita terlalu berbangga dengan sumber daya alam (SDA). Jadi kalau SDM kita dikacaukan, maka SDA bisa dinikmati negara lain," jelasnya.

Hasbullah melanjutkan, mereka yang sudah terjebak menjadi perokok memang sulit berhenti. Karenanya, jangan sampai anak-anak generasi mendatang ikut keracunan rokok. "Kami berharap iklan rokok yang membahayakan dan membuat anak muda terlena dapat dikendalikan," tegasnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiā€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.