Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Buktikan Suami Tiduri Ponakan, Istri di Pelalawan Ini Suruh Korban Buka Baju dan Paksa Rayu Suami

Buktikan Suami Tiduri Ponakan, Istri di Pelalawan Ini Suruh Korban Buka Baju dan Paksa Rayu Suami

Admin
Rabu, 02 Feb 2022 14:25
pekanbaru.tribunnews.com

PANGKALAN KERINCI- Pasangan suami istri di Pelalawan Riau dibekuk polisi atas kasus pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur.

Tersangka PM (43) dan istrinya NG mencabuli keponakan mereka yang masih berusia 16 tahun.

Aksi bejat ini terbongkar setelah korban akhirnya memberikan diri menceritakan apa yang dialaminya pada keluarganya.

Diketahui korban sudah tinggal selama 7 bulan di rumah PM dan NG setelah orangtuanya bercerai dan meninggal dunia.

Korban masih memiliki hubungan keluarga, antara paman dan keponakan.

"Orangtuanya meninggal dunia dan kawin lagi. Korban tidak sekolah lagi sampai sekarang," kata Kasat Reskrim AKP Nardy Masry Marbun SH MH,pada Rabu (2/2/2022).

Pencabulan pertama kali dialami korban pada 11 Oktober 2021 sekitar jam 09.00 wib, tersangka PM melakukannya di dalam rumah.

Karena aksi bejatnya yang pertama berhasil, pria itu mengulangi perbuatannya pada 14 Oktober 2021 tepatnya tengah malam di kamar korban.Seperti ketagihan PM kembali melampiaskan nafsunya ke korban anak pada 18 November 2021 di tempat yang sama.


Ternyata istri pelaku PM berinisial NG curiga dengan suaminya yang telah berbuat mesum terhadap korban anak.

Sang istri pun mencecar PM dengan berbagai pertanyaan dan semuanya dibantah serta tidak diakui pelaku.

Pada 23 Desember, tersangka NG ingin membuktikan kecurigaan dan tuduhannya ke PM.

Lantas ia memanggil korban anak ke dalam kamar, dimana kedua pelaku sudah berada di dalam.

Kemudian NG menyuruh korban anak membuka semua pakaiannya di depan tersangka MP dan memerintahkan untuk merayu suaminya.

NG berfikiran jika sang suami terpancing dengan ajakan korban anak, berarti tuduhannya selama ini terbukti.

Namun MP berusaha untuk tidak terpancing, membuktikan perkataannya jika ia hanya bernafsu ke NG.

Untuk memperkuat bantahannya, PM mengajak istrinya berhubungan badan di depan korban anak di dalam kamar tersebut.

"Setelah mereka selesai berhubungan suami istri, ternyata MP melakukan pencabulan kembali kepada korban anak di dalam kamar tersebut di saksikan oleh NG," beber Kasat Nardy.

Korban anak tidak tahan lagi menutupi semua perbuatan tersangka PM dan NG.

Ia berinisiatif mengadu kepada keluarganya yang lain dan menceritakan semua kejadian pahit yang dialaminya.

Dengan didampingi pihak keluarga, korban melapor ke Polres Pelalawan, dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak lima orang.

Setelah penyelidikan mengerucut, pada 24 Januari lalu Tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan menangkap MP di perusahaan tempatnya bekerja.

Kepala polisi, pria itu mengakui semua perbuatannya kepada keponakannya tersebut.

Namun dalam proses penyidikan, polisi menemukan fakta baru jika aksi pencabulan dan persetubuhan di bawah umur itu difasilitasi oleh NG yang ikut melakukannya secara bersama-sama.

Alhasil dilakukan pendalaman hingga NG Diamankan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 junto pasal 82 ayat 1 Undangan-undangan nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pasal 54 ayat 1 junto pasal 56 KUHP. Pasutri ini terancam dihukum penjara maksimal 15 tahun atas perbuatan bejatnya itu.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.