Diracik dari Bahan Berbahaya, Ekstasi Palsu Kini Marak Beredar di Pekanbaru
Rabu, 23 Des 2015 17:00
Jika sebelumnya ada istilah home industri pembuatan narkoba, maka seiring perkembangan zaman, para bandar jauh lebih pintar dalam meraup untung yang besar dalam bisnis haram itu. Kini, ada indikasi kalau narkoba, khususnya pil ekstasi dibuat dari zat-zat berbahaya dan tentunya palsu.
Demikian dikatakan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah, Rabu (23/12/2015) di Pekanbaru, Riau. "Mereka membuat dan meracik sendiri, dengan maksud mengambil keuntungan besar. Modal murah harga jual sama," beber Kombes Hermansyah.
Jadi, pil ekstasi yang mereka edarkan itu terlihat seolah-olah asli. Bahkan bentuknya sama persis dengan merek pil haram yang sebenarnya. "Banyak contoh kasusnya, seperti beberapa ungkapan kasus, setelah sample di uji lab, ternyata ekstasi palsu," ungkapnya.
Palsu disini dalam artian bukan ekstasi dengan kandungan narkotika metamphetamine, melainkan hanya serupa bentuk saja. "Sehingga akhirnya tidak bisa kita kategorikan jenis narkoba," imbuhnya. "Untuk itu, kita sekarang sedang coba menggunakan perangkat hukum lain, yakni UU kesehatan," katanya.
Masih menurut Hermansyah, ekstasi palsu ini diracik dari berbagai bahan-bahan, termasuk komposisi bahan berbahaya. "Ada yang berbahaya ada juga yang dampaknya biasa-biasa saja. Namun yang jelas uji lab yang bisa menentukannya. Kita takutkan ekstasi itu dibuat dari bahan yang jauh lebih berbahaya," sebutnya.
"Bahkan ada indikasi ekstasi palsu ini dari campuran paracetamol, mereka beli di warung-warung lalu ditumbuk sampai halus dan dimodifikasi seperti ekstasi. Ada juga yang dicampur obat malaria dan lain sebagainya. Bahkan yang lebih berbahaya, kalau dicampur dengan bahan lainnya, sehingga seolah-olah efek obatnya lebih kuat," jawab Hermansyah.
Contoh kejadian, saat Satnarkoba Polresta Pekanbaru menangkap dua orang terduga pengedar narkoba di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru Riau, baru-baru ini. Saat itu polisi mengamankan sekitar 50 butir diduga ekstasi.
Namun setelah uji lab di Balai Besar Pengujian Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, hasilnya mengatakan bahwa obat tersebut negatif mengandung MDMA (ekstasi,red). "Palsu atau asli, yang jelas itu sama-sama memberikan dampak berbahaya. Jadi kita (polisi) punya tugas lebih besar lagi," tukasnya.(grc)
Kejagung Benarkan Geledah Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAMPidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).Penggeledahan dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto melaku
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
JAKARTA â€" Iran melancarkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Bahrain pada Selasa (2/6/2026). Serangan ini merupakan pembalasan setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) mela
Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis
INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe
Asyik Foto Usai Ujian, Mahasiswi UNP Padang Terkapar Kena Peluru Nyasar
PADANG-Momen kebahagiaan usai kelulusan ujian di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) berubah mencekam dalam sekejap. Dua orang mendadak terkapar akibat hantaman peluru nyasar di lapangan gedung
Polsek Tanah Putih Bersama Tim Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla
TANAH PUTIH-Tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, BPBD, DLHK, Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat kepenghuluan, dan unsur terkait lainnya melaksanakan kegiatan pemadaman serta pending