Minggu, 26 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Diracik dari Bahan Berbahaya, Ekstasi Palsu Kini Marak Beredar di Pekanbaru

Diracik dari Bahan Berbahaya, Ekstasi Palsu Kini Marak Beredar di Pekanbaru

Rabu, 23 Des 2015 17:00
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah
PEKANBARU - Para bandar narkoba kian cerdik dalam aksinya. Selain kucing-kucingan dari endusan polisi, mereka juga memodifikasi pil haram, yang kini kebanyakan dibuat dari komposisi bahan berbahaya. Sudah pasti dampaknya bagi pemakai atau pengguna akan jauh lebih fatal.

Jika sebelumnya ada istilah home industri pembuatan narkoba, maka seiring perkembangan zaman, para bandar jauh lebih pintar dalam meraup untung yang besar dalam bisnis haram itu. Kini, ada indikasi kalau narkoba, khususnya pil ekstasi dibuat dari zat-zat berbahaya dan tentunya palsu.

Demikian dikatakan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah, Rabu (23/12/2015) di Pekanbaru, Riau. "Mereka membuat dan meracik sendiri, dengan maksud mengambil keuntungan besar. Modal murah harga jual sama," beber Kombes Hermansyah.

Jadi, pil ekstasi yang mereka edarkan itu terlihat seolah-olah asli. Bahkan bentuknya sama persis dengan merek pil haram yang sebenarnya. "Banyak contoh kasusnya, seperti beberapa ungkapan kasus, setelah sample di uji lab, ternyata ekstasi palsu," ungkapnya.

Palsu disini dalam artian bukan ekstasi dengan kandungan narkotika metamphetamine, melainkan hanya serupa bentuk saja. "Sehingga akhirnya tidak bisa kita kategorikan jenis narkoba," imbuhnya. "Untuk itu, kita sekarang sedang coba menggunakan perangkat hukum lain, yakni UU kesehatan," katanya.

Masih menurut Hermansyah, ekstasi palsu ini diracik dari berbagai bahan-bahan, termasuk komposisi bahan berbahaya. "Ada yang berbahaya ada juga yang dampaknya biasa-biasa saja. Namun yang jelas uji lab yang bisa menentukannya. Kita takutkan ekstasi itu dibuat dari bahan yang jauh lebih berbahaya," sebutnya.

"Bahkan ada indikasi ekstasi palsu ini dari campuran paracetamol, mereka beli di warung-warung lalu ditumbuk sampai halus dan dimodifikasi seperti ekstasi. Ada juga yang dicampur obat malaria dan lain sebagainya. Bahkan yang lebih berbahaya, kalau dicampur dengan bahan lainnya, sehingga seolah-olah efek obatnya lebih kuat," jawab Hermansyah.

Contoh kejadian, saat Satnarkoba Polresta Pekanbaru menangkap dua orang terduga pengedar narkoba di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru Riau, baru-baru ini. Saat itu polisi mengamankan sekitar 50 butir diduga ekstasi.

Namun setelah uji lab di Balai Besar Pengujian Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, hasilnya mengatakan bahwa obat tersebut negatif mengandung MDMA (ekstasi,red). "Palsu atau asli, yang jelas itu sama-sama memberikan dampak berbahaya. Jadi kita (polisi) punya tugas lebih besar lagi," tukasnya.(grc)
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Jul 2026 11:47

    Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air

    Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki