Minggu, 03 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Dirlantas Polda Riau: Polisi itu Bukan untuk Menakut-nakuti

Dirlantas Polda Riau: Polisi itu Bukan untuk Menakut-nakuti

Laporan : Afriyanto S
Rabu, 24 Jan 2018 11:52
Afriyanto S
Direktorat Lalu lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudy Syafirudin SH SIK
PEKANBARU- Direktorat Lalu lintas Polda Riau, Kombes Pol Rudy Syafirudin SH SIK menegaskan bahwa Polisi itu bukan untuk menakuti masyrakat.

Hal itu disampaikannya saat ditemui spiritriau.com, Rabu (24/1/2018) di ruang kerjanya. 

Diungkapkannya, paradigma takut kepada Polisi ini sudah ditanamkan kepada masyarakat sejak kecil. Hampir semua orang tua jika anaknya susah disuruh maupun bandel, pasti selalu disampaikan bahwa nanti akan ditangkap Polisi. Sehingga ini yang membuat bibit takut itu menjadi kebencian terhadap Polisi.

"Nah, sekarang kita budayakan  kembali kepada masyarakat. Bahwa, dengan kehadiran polisi itu sangat dibutuhkan melayani masyarakat. Polisi kan bukan untuk menakut-nakuti masyrakat, "ujarnya.

Untuk mengembalikan budaya pelayanan yang prima. Beliau segera melaksanakan program bagaimana Polisi bercerita dengan anak-anak.

"Nantinya, kita akan kedatangan kampung dongeng di bulan Febuari. Di mana nanti bercerita ke TK (Taman Kanak-kanak, SD (Sekolah Dasar), hingga SMP (Sekolah Menengah Pertama). Selain dari pada itu, kita juga segera menggalakkan amdal lalin, "imbuhnya.

Saat ini, lanjut beliau menyampaikan, khusus kawasan tertib lalu lintas sedang di survey kembali. Kakorlantas akan menilai kawasan tertib lalu lintas terbaik.

"Seharusnya kawasan tertib lalu lintas (KTL) minimal ada empat titik lebih baik. Karena dengan adanya KTL para pengguna jalan akan lebih tertib berlalu lintas karena dari denda tilangnya di KTL lebih tinggi dari tilang di jalan biasa. Di kawasan KTL para pengendara harus lengkap bawa SIM, STNK, pengendara harus sesuai dengan kategorinya," tuturnya.

Ditanya masih adanya kendaraan dengan tonase berlebih yang melintas di jalan raya. Dirlantas menyebutkan ini menjadi dilema, satu sisi pada saat kendaraan melebihi tonasi ditilang, tetapi kendaraan tersebut tetap jalan. 

"Seharusnya pada saat ditilang melebihi tonasi muatan diturunkan, Yang menjadi masalah tempat menurunkan muatan yang melebihi tonase di mana, apabila muatannya hilang kita nanti yang mengganti rugi," terangnya.

"Itu yang menjadi dilema kita, saya sudah berkoordinasi dengan balai khusus di depan jembatan timbang di daerah Duri. Begitu kendaraan melewati jembatan timbang dan melebihi tonase, muatan tersebut akan di turunkan di situ. Saya minta langsung saja dieksekusi apa langsung disita, atau bagaimana. Itu sedang di godok dengan balai, saya minta paling lambat enam bulan sudah berlaku, "pungkasnya.

Terakhir, dia juga mengingatkan bahwa saat ini untuk pengurusan STNK dan BPKB paling lambat tiga hari. Sementara, untuk mutasi dipercepat. Kebijakan ini sesuai arahan Kakorlantas mengenai pelaksanakan pelayanan baik terhadap masyarakat di samsat.

"Tidak ada lagi mutasi kendaraan sampai dua minggu. Saya patok mutasi kendaraan paling lama satu minggu selesai. Sehingga tidak ada lag kesan pelayanan di samsat lama sekali, "terangnya. (aft)
Hukrim
Berita Terkait
  • Minggu, 03 Mei 2026 11:39

    7 Manfaat Rutin Minum Air Lemon Hangat, Bisa Turunkan Risiko Batu Ginjal!

    TUJUH manfaat bisa didapat dari rutin minum air lemon hangat. Bahkan, minum air lemon hangat bisa menurunkan risiko batu ginjal.Minum air lemon hangat sendiri sering jadi kebiasaan

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:37

    Susah Tidur meski Badan Lelah? Biji Pala Ternyata Bisa Bantu Atasi Insomnia Ringan

    TIDUR nyenyak setelah seharian beraktivitas menjadi satu hal yang diinginkan oleh semua orang. Namun terkadang, ada saja kondisi di mana badan sudah lelah namun kamu masih sulit untuk tidur.Konte

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:35

    7 Ide Sarapan Tinggi Protein Selain Telur, Cocok untuk Diet Sehat!

    TUJUH ide sarapan tinggi protein selain telur menarik diulas. Sebab, menu-menu ini cocok juga untuk diet sehat.Sarapan di pagi hari cenderung didominasi oleh protein agar tubu

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:22

    Mitos atau Fakta: Perempuan Lebih Rentan Alami Osteoporosis?

    JAKARTA - Seringkali beredar informasi soal perempuan yang lebih rentan osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ternyata informasi itu bukan sekadar mitos, namun fakta yang erat hubunganny

  • Minggu, 03 Mei 2026 11:14

    Dorong Budaya Hidup Sehat, Dirut BPJS Kesehatan Lari Bareng Komunitas di Balikpapan

    BALIKPAPAN - BPJS Kesehatan terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Balikp

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.