Sabtu, 02 Mei 2026
Dua Residivis Ditembak Polisi Usai Merampok, Berawal dari Pria Booking Cewek Via Medsos
admin
Selasa, 21 Apr 2020 09:10
PEKANBARU - Dua orang pria pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Kota Pekanbaru, tak berkutik saat ditangkap, Senin (20/4/2020).
Mereka masing-masing berinisial JJ dan PP.
Keduanya pun terpaksa ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.
"Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kita tidak main-main di situasi seperti ini. Apabila ada tindakan tindak pidana, kita tidak segan-segan menindak tegas para pelakunya," jelas Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, melalui Kasat Reskrim Kompol Awaluddin Syam, Senin sore.
Diungkapkan Awal, kedua pelaku merupakan residivis atas kasus yang sama. Mereka memang spesialis kasus Curas.
Disebutkan Awal, penangkapan terhadap dua pelaku ini, berawal dari laporan korban, seorang lelaki. Dia mengaku menjadi korban perampokan.
"Tadi malam ada informasi seseorang jadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan. Baru melapor pukul 07.00 WIB," tuturnya.
Lebih jauh katanya, berdasarkan informasi yang didapat, tim langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Mereka diketahui sedang berada di salah satu hotel di Jalan Nangka, Pekanbaru.
"Kita amankan 2 tersangka, sekitar pukul 14.00 WIB," pungkasnya.
Kedua tersangka pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis.
Berawal dari Pria Booking Cewek Via Medsos
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kasat Reskrim Kompol Awaluddin Syam menjelaskan bagaimana kronologi perampokan yang dialami seorang pria di Kota Bertuah.
Berdasarkan keterangan korban, disebutkan Kompol Awaluddin, dia awalnya memesan cewek panggilan lewat salah satu aplikasi media sosial (Medsos).
Singkat cerita, korban dan wanita itu pun membuat janji untuk bertemu di pinggir Jalan Jenderal Sudirman.
"Setelah lama menunggu, orang yang ditunggu korban tidak kunjung datang. Namun yang datang orang lain (pelaku) dan langsung bertanya kepada korban, sedang apa kamu di sini, kamu melakukan suatu perbuatan tindak pidana ya. Tidak lama datang pelaku lainnya," jelas Awal, Senin sore.
Diungkapkan Awal, ternyata pelakulah yang berpura-pura menjadi cewek di akun Medsos, yang melakukan komunikasi dengan korban.
Ketika pertemuan itu, pelaku menodongkan pistol mainan dari pemantik api atau korek.
"Korban lalu dibawa dengan menggunakan mobil ke arah Jalan Arifin Achmad dan berputar di dekat ATM. Sampai di sana diminta kartu ATM dan PIN-nya, uang korban diambil Rp500 ribu," papar Awal.
Kemudian korban kembali dibawa berputar-putar.
Sampai akhirnya korban diturunkan paksa di jalanan.
"Saat itu ada yang sedang bersih-bersih jalan di pagi hari, melihat korban dibuang. Sementara kedua pelaku pergi," terang Awal.
Tak butuh waktu lama, dua orang pria pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) pun berhasil ditangkap.
Mereka tak berkutik saat diciduk pada Senin siang.
Mereka masing-masing berinisial JJ dan PP.
Keduanya pun terpaksa ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.
"Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kita tidak main-main di situasi seperti ini. Apabila ada tindakan tindak pidana, kita tidak segan-segan menindak tegas para pelakunya," tegas Kompol Awal.
Diungkapkan Awal, kedua pelaku merupakan residivis atas kasus yang sama.
Mereka memang spesialis kasus Curas.
Disebutkan Awal, penangkapan terhadap dua pelaku ini, berawal dari laporan korban.
"Tadi malam ada informasi seseorang jadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) atau perampokan. Baru melapor pukul 07.00 WIB," tuturnya.
Lebih jauh katanya, berdasarkan informasi yang didapat, tim langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Mereka diketahui sedang berada di salah satu hotel di Jalan Nangka, Pekanbaru.
"Kita amankan 2 tersangka, sekitar pukul 14.00 WIB," terangnya.
Kedua tersangka pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.
Diantaranya mobil, handphone, kartu ATM, dan lain-lain.
"Untuk BB (barang bukti,red) masih dikembangkan. Mobil milik korban sudah diamankan, handphone sudah diamankan, dan kartu atm," tutupnya.
Sumber: tribunpekanbaru.com
komentar Pembaca