Ikut Geng Motor GRC, Dua Pelajar SMA Ini Terlibat Jaringan Begal
Selasa, 12 Jan 2016 09:53
Dua tersangka di bawah umur tersebut yakni AD, AR kedua sama-sama masih berusia 17 tahun. Sementara satu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Maulana Raysidi alias Ade Black (21).
Ade Black merupakan residivis kasus pengrusakan Kantor Polresta Pekanbaru dan bebas tahun 2013 lalu.
Ketiga pelaku ini ditangkap petugas kepolisian dari tiga tempat yang berbeda. Ade Black ditangkap di Jalan Uka Kecamatan Tampan.
Sedangkan untuk AD diamankan di Jalan Sidomulyo Barat. Sementara satu pelaku lagi, yakni AR diringkus di sebuah sekolah di Jalan Diponegoro Pekanbaru.
Tersangka Ade Black akan diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sementara dua pelaku yang masih dibawah umur dibebaskan namun tetap wajib lapor (diversi).
Saat ini kedua pelaku yang masih dibawah umur ini sedang ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru.
Tersangka Ade Black saat ekpose di Mapolresta Pekanbaru, Senin (11/1/2016) kemarin mengaku baru sekali ini melakukan aksi pembegalan.
Meskipun dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, kawanan begal ini sudah melakukan aksinya di tiga lokasi. Ade mengaku nekat membegal dijalanan karena butuh uang untuk berfoya-foya bersama teman-temanya.
"Iya bang, hasilnya untuk senang-senang aja, pergi main ketempat hiburan malam, sama buat ngumpul-ngumpul aja sama kawan-kawan," kata ayah dua anak ini.
Tiga tersangka begal yakni Ade Black, AD dan AR ini kerap beraksi di jalanan Kota Pekanbaru. Mereka beraksi secara berkelompok yang tergabung dalam sebuah geng motor yang mereka beri nama Gaya Racing Creatifity (GRC).
Pihak kepolisian masih memburu dan menetapkan ketua geng motor ini sebagai DPO. Sebab, geng motor ini diduga kerap melakukan aksi kejahatan dijalanan kota Pekanbaru.
Menurut pengakuan Ade Black geng motor ini angotanya berjumlah sebanyak 30 orang. Mereka biasanya mangkal di Jalan Sudirman tepatnya di Komplek Purna MTQ.
Selain itu, anggota geng motor ini juga kerap mangkal di SPBU Arifin Ahmad Simpang Jalan Sudirman.
"Kalau ada target yang jalan sendirian dan lewat ditempat yang sepi lansung kami kejar dan kami ancam pakai pisau dan samurai," kata Ade Black.
Saat melakukan aksinya, biasanya mereka selaku berkelompok. Minimal 3 orang. Pelaku begal ini membagi tugas, ada yang tukang mengintai korban, mengancam korban, dan eksekutor membawa kabur sepeda motor korban.
"Nggak tentu, bisa dimana aja, kalau ada kawan yang ngajak, kami langsung bergerak," kata Ade.
Selama ini, kata Ade, yang selalu punya ide dan inisiatif untuk mengajak rombongan geng motor ini untuk melakukan begal adalah Agus Ketek yang saat ini sudah ditahan di Mapolsek Bukit Raya.
"Agus Ketek biasanya yang tukang intai, kalau ada target baru kami diajak," kata Ade yang juga mengaku jika dirinya kerap bertugas sebagai pelaku yang mengancam korban dengan senjata tajam.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, mengungkapkan, tiga pelaku begal ini ditangkap oleh tim Buru Sergap (Buser) dari Polresta Pekanbaru berdasarkan laporan dari korban bernama Farid Arrahman (15).
Korban pada hari Minggu 6 September 2015 sekitar pukul 02.00 Wib melintas di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Marpoyan Damai.
"Saat itu korban diikuti oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian pelaku menyuruh berhenti korban dan memukulnya dibagian kepala dan paha korban," kata Bimo.
Tidak cukup sampai disitu, pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan mengarahkan keperut korban. Melihat korban yang sudah ketakutan, pelaku langsung merampas sepeda motor korban dan langsung membawa sepeda motor tersebut kabur.
"Setelah mengancam korban dengan sebilah pisau, pelaku langsung membawa pergi sepeda motor honda beat milik korban. Selanjutnya para pelaku melarikan sepeda motor milik korban," bebernya.
Korban kemudian melaporkan kejadian penjambretan tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan pengembangan.
Tim opsnal Polresta Pekanbaru kemudian melakukan penyelidikan dilapangan sehingga diketahui tempat persembunyian tersangka Ade Black. Tim Opsnal langsung menuju ke Jalan Uka Kecamatan Tampan dan berhasil meringkus Ade Black.
"Kami kemudian melakukan pengembangan terhadap tersangka Ade Black. Dari hasil pengembangan tersangka Ade Black kita berhasil mengetahui pelaku lain berinisial AD di sebuah Perumahan Sidomulyo," kata Bimo.
Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku AD sempat melakukan perlawanan. Bahkan AD nekat akan melarikan diri dengan cara melopat dari lantai 2 rumahnya.
Namun usahanya untuk kabur dari sergapan polisi gagal. Ad yang masih dibawah umur ini berhasil diringkus petugas kepolisian.
Setelah berhasil mengamankan tersangka Ad, tim Buser langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka lain yakni AR.
Tidak butuh waktu lama untuk menangkap tersangka AR, setelah mengetahui keberadaan AR, pihak kepolsian langsung mendatangi AR disebuah sekolah yang berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru.
(ribunnews.com)
Genjot PAD Riau, Komisi III DPRD Desak Pengawasan Wajib Pajak Nakal
PEKANBARU - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau dinilai belum tergarap secara maksimal akibat rendahnya kepatuhan wajib pajak serta lemahnya sistem pengawasan. Persoalan ini menjadi pembahasan
Bersih-Bersih BGN, Sudaryono Pecat 261 Pegawai dan Tutup 883 Dapur Gizi
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan pembenahan internal secara menyeluruh dengan memberhentikan 261 pegawai dan menutup permanen 883 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pener
Polisi Grebek Dua Rumah di Inhu, Tiga Terduga Pengedar Narkoba Diamankan: Ada Pelajar
RENGAT - Aparat Kepolisian Polsek Pasir Penyu melakukan penggrebekan di dua lokasi pada Minggu (26/7/2026).Dari dua lokasi tersebut, Polisi mengamankan tiga orang terduga pelaku pengedar narkoba. Keti
Kronologi Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 7 Polisi Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Pardiman beserta enam anggotanya, termasuk seorang anggota dari Polda A
Fakta Baru Kasus Penyelundupan Sabu di Bandara Pekanbaru, Pengendalinya Diduga Napi Lapas yang Kabur
PEKANBARU - Fakta baru muncul dalam kasus penyelundupan sabu di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, beberapa waktu lalu.Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau menduga, otak