Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Ikut Geng Motor GRC, Dua Pelajar SMA Ini Terlibat Jaringan Begal

Ikut Geng Motor GRC, Dua Pelajar SMA Ini Terlibat Jaringan Begal

Selasa, 12 Jan 2016 09:53
TribunPekanbaru
PEKANBARU - Tiga pelaku begal yang selama ini kerap beraksi dengan mengancam pengendara menggunakan senjata tajam diringkus pihak kepolisian dari Polresta Pekanbaru. Dua dari tiga tersangka tersebut ternyata masih di bawah umur dan bertatus sebagai pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Dua tersangka di bawah umur tersebut yakni AD, AR kedua sama-sama masih berusia 17 tahun. Sementara satu pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni Maulana Raysidi alias Ade Black (21).

Ade Black merupakan residivis kasus pengrusakan Kantor Polresta Pekanbaru dan bebas tahun 2013 lalu.

Ketiga pelaku ini ditangkap petugas kepolisian dari tiga tempat yang berbeda. Ade Black ditangkap di Jalan Uka Kecamatan Tampan.

Sedangkan untuk AD diamankan di Jalan Sidomulyo Barat. Sementara satu pelaku lagi, yakni AR diringkus di sebuah sekolah di Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Tersangka Ade Black akan diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sementara dua pelaku yang masih dibawah umur dibebaskan namun tetap wajib lapor (diversi).

Saat ini kedua pelaku yang masih dibawah umur ini sedang ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru.

Tersangka Ade Black saat ekpose di Mapolresta Pekanbaru, Senin (11/1/2016) kemarin mengaku baru sekali ini melakukan aksi pembegalan.

Meskipun dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, kawanan begal ini sudah melakukan aksinya di tiga lokasi. Ade mengaku nekat membegal dijalanan karena butuh uang untuk berfoya-foya bersama teman-temanya.

"Iya bang, hasilnya untuk senang-senang aja, pergi main ketempat hiburan malam, sama buat ngumpul-ngumpul aja sama kawan-kawan," kata ayah dua anak ini.

Tiga tersangka begal yakni Ade Black, AD dan AR ini kerap beraksi di jalanan Kota Pekanbaru. Mereka beraksi secara berkelompok yang tergabung dalam sebuah geng motor yang mereka beri nama Gaya Racing Creatifity (GRC).

Pihak kepolisian masih memburu dan menetapkan ketua geng motor ini sebagai DPO. Sebab, geng motor ini diduga kerap melakukan aksi kejahatan dijalanan kota Pekanbaru.

Menurut pengakuan Ade Black geng motor ini angotanya berjumlah sebanyak 30 orang. Mereka biasanya mangkal di Jalan Sudirman tepatnya di Komplek Purna MTQ.

Selain itu, anggota geng motor ini juga kerap mangkal di SPBU Arifin Ahmad Simpang Jalan Sudirman.

"Kalau ada target yang jalan sendirian dan lewat ditempat yang sepi lansung kami kejar dan kami ancam pakai pisau dan samurai," kata Ade Black.

Saat melakukan aksinya, biasanya mereka selaku berkelompok. Minimal 3 orang. Pelaku begal ini membagi tugas, ada yang tukang mengintai korban, mengancam korban, dan eksekutor membawa kabur sepeda motor korban.

"Nggak tentu, bisa dimana aja, kalau ada kawan yang ngajak, kami langsung bergerak," kata Ade.

Selama ini, kata Ade, yang selalu punya ide dan inisiatif untuk mengajak rombongan geng motor ini untuk melakukan begal adalah Agus Ketek yang saat ini sudah ditahan di Mapolsek Bukit Raya.


"Agus Ketek biasanya yang tukang intai, kalau ada target baru kami diajak," kata Ade yang juga mengaku jika dirinya kerap bertugas sebagai pelaku yang mengancam korban dengan senjata tajam.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, mengungkapkan, tiga pelaku begal ini ditangkap oleh tim Buru Sergap (Buser) dari Polresta Pekanbaru berdasarkan laporan dari korban bernama Farid Arrahman (15).

Korban pada hari Minggu 6 September 2015 sekitar pukul 02.00 Wib melintas di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Marpoyan Damai.

"Saat itu korban diikuti oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian pelaku menyuruh berhenti korban dan memukulnya dibagian kepala dan paha korban," kata Bimo.

Tidak cukup sampai disitu, pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan mengarahkan keperut korban. Melihat korban yang sudah ketakutan, pelaku langsung merampas sepeda motor korban dan langsung membawa sepeda motor tersebut kabur.

"Setelah mengancam korban dengan sebilah pisau, pelaku langsung membawa pergi sepeda motor honda beat milik korban. Selanjutnya para pelaku melarikan sepeda motor milik korban," bebernya.

Korban kemudian melaporkan kejadian penjambretan tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan pengembangan.


Tim opsnal Polresta Pekanbaru kemudian melakukan penyelidikan dilapangan sehingga diketahui tempat persembunyian tersangka Ade Black. Tim Opsnal langsung menuju ke Jalan Uka Kecamatan Tampan dan berhasil meringkus Ade Black.

"Kami kemudian melakukan pengembangan terhadap tersangka Ade Black. Dari hasil pengembangan tersangka Ade Black kita berhasil mengetahui pelaku lain berinisial AD di sebuah Perumahan Sidomulyo," kata Bimo.

Saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku AD sempat melakukan perlawanan. Bahkan AD nekat akan melarikan diri dengan cara melopat dari lantai 2 rumahnya.

Namun usahanya untuk kabur dari sergapan polisi gagal. Ad yang masih dibawah umur ini berhasil diringkus petugas kepolisian.

Setelah berhasil mengamankan tersangka Ad, tim Buser langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka lain yakni AR.

Tidak butuh waktu lama untuk menangkap tersangka AR, setelah mengetahui keberadaan AR, pihak kepolsian langsung mendatangi AR disebuah sekolah yang berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru.


"Terhadap tersangka Ade Black kita jerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. Sementara untuk dua tersangka yang masih dibawah umur kita lakukan diversi," kata Bimo.

(ribunnews.com)

Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.