Ini Motif Kasus Pembacokan di Rimba Melintang
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi
Senin, 19 Mar 2018 12:32
ROKANHILIR-Terkait kasus pembacokan di wilayah Polsek Rimba Melintang menemui titik terang, pelaku mengaku kalau motif dia melakukan pembacokan itu karena unsur sakit hati terhadap korban.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH yang dikonfirmasi spiritriau.com, Senin 19/3 melalui Kapolsek Rimba Melintang Iptu Boy Setiawan S AP MSi menjelaskan bahwa sebelum pembacokan tersebut, pelaku inisial ASB alias AB dengan korban, Salomo Situmorang (39) warga jalan Toba Tanah Merah Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang terlibat cekcok.
Diuraikan Iptu Boy, cekcok antara pelaku dan korban terjadi minggu lalu, bahkan antara keduanya sudah berdamai secara kekeluargaan. Bahkan AB pulalah yang keras untuk berdamai. Namun saat AB melihat Salomo di Simpang Mukti Jaya Kepenghuluan Lenggadai Hulu, Kecamatan Rimba Melintang Rohil, Minggu tanggal 18/3/2018 sekira jam 15.30 wib, AB tiba-tiba emosi dan langsung membacok Salomo ketika membeli jus.
Diuraikan Iptu Boy, awal percekcokan itu bermula ketika teman dari ASB alias AB melintas di depan warung tuak milik korban. Saat itu, korban merasa terganggu atas suara sepeda motor teman AB.
Merasa terganggu, Salomo Situmorang menegur dan menasehati teman dari AB, tak lama kemudian, AB datang dan membela temannya.
AB mengatakan kepada Salomo agar menegur semua orang yang melintas, jangan hanya menegur temannya.
Pada saat itu terjadilah adu mulut hingga memicu emosi Salomo, tak tahan dengan emosinya, Salomo langsung memukul AB.
Setelah pertengkaran itu, AB melapor ke Mapolsek Rimba Melintang. Namun tak lama kemudian, AB meminta berdamai terhadap Salomo, hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai secara kekeluargaan.
Ternyata pada Minggu 18/3 sekira pukul 15.30 Wib, AB melihat Salomo bersama anaknya sedang membeli jus di Simpang Mukti Jaya Kepenghuluan Lenggadai Hulu, Rohil.
AB yang saat itu sedang membawa parang tiba-tiba emosi dan langsung membacok kepala Salomo dari belakang dan langsung melarikan diri.
Sementara itu, korban yang tergeletak bersimbah darah langsung dilarikan ke Puskesmas Rimba Melintang, mengingat kondisi korban yang lumayan parah, akhirnya korban di rujuk ke Rumah Sakit Shafira Pekanbaru.
Polsek Rimba Melintang yang mendapat laporan kejadian itu langsung bergegas melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari keberadaan pelaku.
Lalu, Tim Opsnal Polsek Rimba Melintang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Boy mendatangi pihak keluarga pelaku untuk bernegosiasi agar pelaku menyerahkan diri.
Negosiasi berhasil, pelaku akhirnya menyerahkan diri dengan meminta pihak keluarga menghubungi Kapolsek Rimba Melintang dengan syarat pelaku tidak mau ditahan di Polsek Rimba Melintang, melainkan di Polres Rokan Hilir.
Lalu permintaan pelaku ditiruti, Opsnal langsung menjemput pelaku dan membawanya ke Mapolres Rokan Hilir.
"Dan alhamdulillah, barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku membacok korban berhasil ditemukan satu kilometer dari lokasi kejadian," ungkap Kapolsek.
"Dan saat ini, kita masih mendalami kasus ini," ungkapnya. (ded)
Hukrim
Salurkan Beasiswa Nasional, Langkah BNI Dukung Pemerataan Pendidikan
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus memperkuat komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional (Har
Harga BBM BP dan Vivo Naik Jadi Rp30.890 per Liter di Mei 2026, Pertamina Kapan?
JAKARTA - Harga BBM di SPBU swasta seperti Vivo dan BP naik pada 1 Mei 2026. SPBU Vivo dan BP kompak menaikkan harga BBM menjadi Rp30.890 per liter.Vivo menaikkan harga BBM jenis Primus Diesel Pl
Menko Yusril Tegaskan Fungsi Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
JAKARTA â€" Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa posisi Komnas HAM harus diperkuat. Ia menilai fungsi pengawasan dan penegak
23 Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat, Ketahuan Pakai Visa Nonprosedural
JAKARTA â€" Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunda keberangkatan calon jemaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa nonprosedural. Kali ini, sebanyak 23 orang dicegah berangkat saat hen
May Day di Jakarta, Ratusan Aktivis hingga Pejabat Negara Serukan Kesejahteraan Buruh
JAKARTA - Ratusan aktivis lintas generasi, tokoh nasional, serta sejumlah pejabat pemerintahan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di Jakarta, Jumat 1 Mei 2026.Kegiatan te