Janjikan Uang Jajan, Daus Tega Cabuli 5 Orang Bocah, Termasuk Keponakannya
Sabtu, 19 Sep 2015 15:53
Perbuatan Daus (38) sungguh memalukan. Kenapa tidak, ia dipergoki oleh orangtua korban, saat asyik menggerayangi kemaluan kepoonakannya, sebut saja Udin (5). Perbuatan ini ia lancarkan, dengan iming-iming akan diberi uang jajan.
Kejadian tersebut pada Jumat (18/9/2015) siang kemarin. Waktu itu Udin (nama samaran) yang sedang asyik bermain, dipanggil oleh Daus dan diajak ke ruang tengah rumah. Singkat kata, pria kurus yang sudah birahi inipun beraksi dan menggerayangi Udin, yang tak tahu menahu dengan kelakukan buruk pamannya itu.
Masih beruntung bagi Udin, sebelum perbuatan tersebut makin jauh, orangtuanya tiba-tiba datang dan memergoki ulah cabul Daus. Tanpa basa-basi, Daus dapat bogem, dan dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kepada polisi, Daus mengaku nekat mencabuli keponakannya lantaran khilaf. Ia mengaku sangat malu dengan perbuatannya sendiri. Bahkan dari keterangan yang dihimpun, bocah korban pencabulan Daus tak hanya satu orang, melainkan lima.
"Kita masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pelaku dan sejumlah saksi. Kita juga sedang mendalami apakah korbannya hanya satu atau masih ada yang lain," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Arianto, Sabtu (19/9/2015) sore. (grc)
Perbuatan Daus (38) sungguh
memalukan. Kenapa tidak, ia dipergoki oleh orangtua korban, saat asyik
menggerayangi kemaluan kepoonakannya, sebut saja Udin (5). Perbuatan ini
ia lancarkan, dengan iming-iming akan diberi uang jajan.
Kejadian
tersebut pada Jumat (18/9/2015) siang kemarin. Waktu itu Udin (nama
samaran) yang sedang asyik bermain, dipanggil oleh Daus dan diajak ke
ruang tengah rumah. Singkat kata, pria kurus yang sudah birahi inipun
beraksi dan menggerayangi Udin, yang tak tahu menahu dengan kelakukan
buruk pamannya itu.
Masih beruntung bagi Udin, sebelum
perbuatan tersebut makin jauh, orangtuanya tiba-tiba datang dan
memergoki ulah cabul Daus. Tanpa basa-basi, Daus dapat bogem, dan dibawa
ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Kepada
polisi, Daus mengaku nekat mencabuli keponakannya lantaran khilaf. Ia
mengaku sangat malu dengan perbuatannya sendiri. Bahkan dari keterangan
yang dihimpun, bocah korban pencabulan Daus tak hanya satu orang,
melainkan lima.
"Kita masih melakukan penyelidikan dengan
meminta keterangan pelaku dan sejumlah saksi. Kita juga sedang mendalami
apakah korbannya hanya satu atau masih ada yang lain," kata Kasat
Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Arianto, Sabtu (19/9/2015) sore. (had)
Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama
Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi
Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024
Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang
Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan
Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg
Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p
Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun
Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J