Kapolsek Diminta Jalankan Program Sambang Desa
Kamis, 30 Jul 2015 14:47
"Seluruh Kapolsek harus melaksanakan program-program preventif ini," kata Kapolres kepada wartawan di Teluk Kuantan.
Program sambang desa, katanya, mengharuskan polisi berkunjung ke desa-desa yang ada dan melakukan pendekatan kepada masyarakat, seperti program polisi melayat, polisi peduli lingkugan hidup dengan cara penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
"Itu yang kita harapkan," ujarnya.
Di samping program preentif, Kapolres juga meminta seluruh jajarannya untuk tetap giat melaksanakan upaya preventif, seperti penjagaan di pasar-pasar, depan sekolah, patroli daerah rawan, siskamling dan patroli pembakaran lahan dan hutan.
"Program ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sebagai tugas dan tanggungjawab kita bersama," terangnya. (hrc)
Hukrim
Dua Orang Perempuan di Inhu Ditangkap, Terlibat Peredaran Gelap Barang Haram
Aparat Kepolisian Polsek Rengat Barat mengamankan dua orang perempuan muda masing-masing berinisial DL alias Desi (35), warga Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida dan M alias Yana (34) ibu ru
Pemkab Kuansing Bersama Sejumlah Perusahaan Tekan MoU Terkait Penanganan Jalan
TELUKKUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. H. Suhardiman Amby, MM bersama sejumlah perusahaan besar akhirnya memperkuat komitmen dalam penanganan infrastruktur Daerah.Penandatanganan Nota K
Sensus Ekonomi 2026 di Riau Dimulai dari Kediaman Plt Gubernur
Hari ini, Senin (15/6/2026) Sensus Ekonomi resmi dimulai. Serentak secara nasional. Di Provinsi Riau, Sensus Ekonomi diawali dari kediaman Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Tim sensus dari Badan Pusat
Bedah Potensi Ekonomi Kepri, Tifatul: 'Kenapa Harus Bali Melulu?
Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) MPR RI Ir Tifatul Sembiring mengajukankan konsep 'Ekonomi Utara' sebagai strategi baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.H
Kolaborasi Menahan Sampah Sebelum ke Laut
Jakarta - Laporan Plastic Overshoot Day 2025 yang dirilis lembaga riset Swiss EA Earth Action menempatkan Indonesia dalam daftar 12 negara penyumbang terbesar sampah plastik tidak terkelola di dunia.