Modus Pecah Kaca, Pelaku Bawa Kabur Uang Rp 242 Juta
Laporan: Hendra Dedi Syahbudi
Jumat, 18 Nov 2016 16:44
UJUNGTANJUNG-Untuk kedua kalinya aksi para pelaku pencurian dengan modus pecah kaca kembali terjadi diwilayah hukum Polres Rokan Hilir. Dan kali ini para kawanan perampok pecah kaca tersebut berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 242 juta.
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum spiritriau.com, Jumat (18/11) menyebutkan, bahwa aksi pencurian dengan pemberatan (curat) tersebut menimpa Joprizal (45) warga Dusun Karya Makmur RT 010 RW 07 kepenghuluan Sintong Makmur, kecamatan Tanah Putih.
Kejadian tersebut terjadi bermula pada hari Kamis (17/11) sekira jam 14.00 wib, pelapor menarik uang yang diperuntukkan sebagai biaya proyek pembangunan pondasi masjid Raya Langgadai Hulu di Bank Riaukepri Bagan Siapi-api sebanyak Rp 242 juta.
Setelah itu, lalu uang tersebut diletakkan didepan alas kaki jok depan dengan dibungkus tas plastik warna hitam. Dan sebelum pulang ke Sintong korban mampir ke warung depan Serba Guna yang terletak di jalan Utama Bagan Siapi-api untuk minum teh bersama tiga orang temannya.
Dan sekira pukul 17.00 wib korban langsung pulang menuju kerumahnya di Sintong Kecamatan Tanah Putih dengan mengendarai mobil Terios nopol BM 1103 PG warna putih dan membawa uang sebanyak Rp 242 juta. Namun kali ini uang tersebut dimasukkan kedalam plastik asoi warna hitam dan diletakkan dibawah alas kaki samping kiri bagian depan.
Sekira pukul 19.00 wib saat korban sampai di Ujung Tanjung, kemudian korban kembali mampir di warung pecel lele yang terletak di Simpang Ujung Tanjung dengan memarkirkan mobilnya tepat didepan warung pecel lele tersebut untuk membeli pecel lele.
Dan pada saat sedang hendak membayar pesanan pecel lele bungkusnya tersebut tiba-tiba alarm mobil korban berbunyi. Seketika itu juga korban langsung lari menuju mobil tersebut dan korban mendapati bahwa kaca samping sebelah kanan sudah pecah. Selanjutnya korban langsung melihat keberadaan uang yang dibawanya itu.
Alangkah kagetnya korban ketika dilihat plastik asoi berisikan uang Rp 242 juta yang semula diletakkan dibawah alas kaki samping kiri tempat duduk penumpang berikut dengan empat botol minuman air mineral sudah tidak ada lagi. Sedangkan tas sandang dan tas rangsel warna coklat yang juga ada didalam mobil tersebut masih tetap ditempat.
Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke Polsek Tanah Putih. Dan pasca diterimanya laporan tersebut kemudian petugas Polsek Tanah Putih langsung melakukan olah TKP dan melakukan penyelidikan.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Henry Posma Lubis Sik MH yang dikonfirmasikan melalui Kasubag Humas, Aiptu Yusran Pangeran Chery kemarin membenarkan. " Ya saat ini kasusnya sedang didalami oleh Polsek Tanah Putih," jelasnya. (ded)