Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Pegawai Honorer di Jombang Diringkus Usai Perkosa Siswi SD

Hukrim

Pegawai Honorer di Jombang Diringkus Usai Perkosa Siswi SD

Rabu, 27 Mar 2019 16:23
Detik.com
Pelaku asusila siswa SD
JOMBANG - Seorang pegawai honorer di Jombang diringkus setelah dua kali memperkosa siswi Sekolah Dasar (SD). Perbuatan bejat dilakukan pelaku lantaran tergiur dengan kecantikan korban.

Oknum pegawai honorer tersebut adalah Gaguk Wahyudi (30), warga Dusun Kalijaring, Desa Kali Kejambon, Kecamatan Tembelang, Jombang. Sehari-hari Gaguk bekerja sebagai staf Tata Usaha (TU) di salah satu SD di Kecamatan Jombang.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti mengatakan, korban perbuatan bejat Gaguk adalah seorang siswi kelas VI SD di Kecamatan Jombang. Sekolah tempat kerja pelaku sama dengan tempat korban menuntut ilmu.

"Pelaku kenal dengan ibu korban karena wali siswa di sekolah itu," kata Retno saat dihubungi detikcom, Rabu (27/3/2019).

Kendati telah mempunyai istri, kata Retno, Gaguk masih saja tergiur dengan kecantikan korban. Bahkan, pelaku tak sungkan-sungkan menyampaikan ketertarikannya dengan gadis 12 tahun itu secara langsung kepada ibu korban.

"Pelaku selalu mengatakan korban cantik dan pelaku sayang dengan korban. Baik disampaikan langsung maupun melalui pesan WhatsApp ke ibu korban," ujarnya.

Tak kuat menahan nafsu, lanjut Retno, Gaguk pun melancarkan aksinya. Pegawai honorer yang belum mempunyai anak ini menghubungi korban melalui pesan WhatsApp untuk mengajaknya jalan-jalan, Selasa (19/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Gaguk menjemput korban di sebuah minimarket di wilayah Kecamatan Jombang.

"Korban pamit ke orang tuanya untuk membeli alat tulis di minimarket. Pelaku lalu menjemput korban di minimarket tersebut," terangnya.

Namun, ajakan jalan-jalan itu hanya bujuk rayu pelaku kepada korban. Rupanya Gaguk mengajak gadis asal Kecamatan Jombang itu ke rumahnya yang sedang kosong. Saat itu istri pelaku sedang berkunjung ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sumobito, Jombang.

"Di rumah pelaku, korban dirayu lalu dibawa ke kamar pelaku. Di dalam kamar tersebut, korban disetubuhi oleh pelaku," ungkapnya.

Tak tahan dengan ulah bejat pelaku kepadanya, korban mengadu kepada ibunya. Sontak wanita berusia 34 tahun itu naik pitam. Ibu korban pun melaporkan Gaguk ke Polres Jombang lantaran tak terima kegadisan putrinya direnggut pelaku.

Berbekal laporan ibu korban, serta pengakuan dan hasil visum terhadap korban, polisi bergerak cepat meringkus Gaguk. Dia diringkus di SPBU Mojongapit, Kecamatan Jombang pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB.

"Pengakuan pelaku dan korban, pelaku melakukan persetubuhan kepada korban sudah dua kali," tegas Retno.

Akibat perbuatannya, Gaguk dijerat dengan Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," tandas Retno.


Sumber: detik.com
Hukrim
Berita Terkait
  • Selasa, 05 Mei 2026 09:39

    Tugu Pekanbaru Kota Bertuah Roboh Sebagian, PUPR Pekanbaru Turunkan Tim Lakukan Penanganan

    PEKANBARU - Tugu Pekanbaru Kota Bertuah yang terletak di Simpang Tiga roboh sebagian, Senin (5/4/2026) sore menjelang malam kemarin. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Pekanbaru dari s

  • Selasa, 05 Mei 2026 09:34

    Polisi Selidiki Kasus Pria Tewas Terikat di Truk Pengangkut Minyak Goreng

    PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Warga Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru digemparkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kabin sebuah truk, Ahad (3/5) siang. Korb

  • Selasa, 05 Mei 2026 08:56

    115 RT di Jakarta Terendam Banjir Pagi Ini, Terbanyak di Jaksel

    JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 115 RT di Jakarta terendam banjir pada Selasa (5/5/2025) pukul 07.00 WIB. Banjir disebabkan intensitas hujan tinggi

  • Selasa, 05 Mei 2026 08:46

    Kata Pertamina soal Harga Pertamax Tetap, tapi Pertamax Turbo-Dex Naik.

    Jakarta - Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina mengalami penyesuaian. Beberapa BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga. Namun, BBM non-subsidi seperti Pertamax harganya tetap. Begini kata Pertami

  • Selasa, 05 Mei 2026 08:42

    28 Warga Sleman Keracunan Makanan, Diduga Usai Santap Nasi Kotak Pamitan Haji

    28 warga ini menjalani rawat jalan di tiga fasilitas kesehatan. Gejala keracunan makanan yang dialami di antaranya diare.Kasus keracunan makanan terjadi di Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.