Pelaku Pengubur Hidup-hidup Bocah di Siak Ternyata Pernah Sekolah di Pesantren
Laporan : Rudi
Minggu, 30 Des 2018 19:52
SIAK - MS (19), pelaku penculikan Ayub (5), korban yang dikubur hidup-hidup di Perawang, Siak, pada Jumat (28/12/2018) kemarin, ternyata pernah sekolah di Pondok Pesantren Nurul Ilmi kilometer 12 Perawang.
Keterangan yang diperoleh Spiritriau.com dari warga Perawang, Edy Tando mengatakan pelaku pernah sekolah di Pondok Pesantren Nurul Ilmi tempat ayah korban mengajar dan pelaku dengan korban ternyata ada hubungan famili dekat.
"Semua ini terjadi disebabkan uang antaran belaja pernikahan tidak sesuai keinginan pelaku," kata Edy Tando.
Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Kasatreskrim AKP Faizal Ramzani SH SIk kepada Spiritriau.com menjelaskan bahwa pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Siak.
" Ya, Pelaku sudah kita amankan. Untuk keterangan lebih lanjut kita tunggu proses berikutnya," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Kasatreskrim AKP Faizal Ramzani SH SIk kepada Spiritriau.com menjelaskan bahwa pelaku penculikan anak laki-laki, A (5) yang dikubur hidup-hidup di Perawang Siak itu masih ada hubungan sepupu.
"Dari keterangan pelaku, ia hanya merasa kesal kepada paman korban, As yang juga pamannya sendiri. Kekesalan pelaku pada pamannya itu, dipicu perkara yang sepele, yakni hanya karena sumbangan uang untuk pernikahannya tidak sesuai keinginan," ungkapnya.
"Dari kekesalannya itu, lalu muncul sifat kesetanan, lalu MS menculik A dan meminta tebusan Rp300 juta. Karena tidak dikabulkan, MS lalu membunuh A,"ucap Kasatreskrim Siak.
Selanjutnya, Polsek Tualang yang mendapat laporan, langsung turun ke lapangan dengan di back up tim Opsnal Polres Siak.
Tidak sampai 1x24 jam, akhirnya pelaku, MS berhasil dibekuk dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Siak guna proses hukum lebih lanjut.
"Kejadiannya hari Jumat (28/12/2018) dan tidak sampai 24 jam, pelaku berhasil kita tangkap dan menunjukkan lokasi korban di kuburkan. Selanjutnya korban sudah dimakamkan oleh keluarganya kemarin, Sabtu (29/12)," terang AKP Faizal Ramzani SH SIk. (rud)
Hukrim
Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya
JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan
AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas
JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga
Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T
Geger 3 Juta Data di Sistem eVisa Bocor, Imigrasi: Hoaks!
JAKARTA - Geger kabar kebocoran sistem e-Visa Indonesia yang menyebabkan bocornya 3 juta data imigrasi. Kabar itu langsung dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi dan dipastikan hoaks.Hal
Mensos Tegaskan Kabar Bansos Dikurangi Adalah Hoaks
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta masyarakat lebih waspada terhadap maraknya narasi hoaks dan informasi menyesatkan terkait bantuan sosial (bansos). Ia meneg