Pendeta Cabuli Jemaatnya yang Masih ABG Terus-menerus Hingga Hamil dan Melahirkan, Bayinya Masih Misterius
Sabtu, 19 Sep 2015 16:35
Rury berujar, CV, 16 tahun, saat itu melahirkan di tempat salah satu bidan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Desember 2013 atau ketika berusia 15 tahun. Sebelumnya, korban berada di Semarang, Jawa Tengah, karena disembunyikan pelaku lantaran hamil. "Kami akan telusuri ke Malang," ucap Rury. "Pertama, kami akan datangi bidan yang membantu persalinan."
Berikutnya, tutur Rury, pihaknya akan mencari orang yang mengasuh anak CV berinisial SA. Menurut dia, pengasuh itu adalah orang yang disiapkan pelaku setelah mengetahui anggota jemaat yang dicabuli hamil. "Sekarang bayi itu berusia hampir 2 tahun. Korban sendiri hanya sekali bertemu dengan anaknya, yaitu saat persalinan," kata Rury.
Sementara itu, ucap dia, pelaku diduga melarikan diri setelah kasus itu diekspose media. Kepolisian Daerah Metro Jaya dinilai lambat menangani kasus tersebut, padahal keluarga sudah melaporkan kasus itu pada 7 Agustus lalu setelah ada pengakuan dari korban. "Baru kemarin kami dapat info Polda. Penyidik akan koordinasi dengan kami," ujarnya.
Tempo yang menyambangi kediaman pendeta cabul berinisial DM itu di Duren Jaya, Bekasi Timur, tak menemukannya. Keluarga DM enggan menemui wartawan dan KPAI Kota Bekasi. Informasi dari warga yang bertemu dengan keluarga, DM sudah tak lagi di rumah. "Dia sudah pergi meninggalkan rumah," tutur salah satu warga.
CV dicabuli DM di sebuah hotel kelas melati di Bekasi Timur sekitar Februari 2013. Pelaku memaksa CV, yang merupakan anggota jemaatnya di gereja di Bekasi Timur, dengan modus melayani gembala Tuhan. Pencabulan itu dilakukan terus-menerus hingga akhirnya korban hamil.
Meski begitu, pelaku tetap tak mau bertanggung jawab. Dia malah berkilah bahwa korban tengah mengandung anak iblis. Jadi korban diminta ke Semarang, Jawa Tengah, untuk disucikan di sebuah tempat. Lima bulan kemudian, CV melahirkan bayi laki-laki. Ternyata pelaku sudah menyiapkan orang yang akan mengadopsi bayi itu.
Belakangan, CV mengadukan ke orang tuanya lantaran pelaku terus mendesak untuk meminta berhubungan badan kembali. Hingga akhirnya, CV bercerita yang sebenarnya kepada keluarga bahwa dia pernah dihamili sang pendeta hingga melahirkan. Karena itu, DM pun dilaporkan ke polisi.(grc)
Rury
berujar, CV, 16 tahun, saat itu melahirkan di tempat salah satu bidan
di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Desember 2013 atau ketika
berusia 15 tahun. Sebelumnya, korban berada di Semarang, Jawa Tengah,
karena disembunyikan pelaku lantaran hamil. "Kami akan telusuri ke
Malang," ucap Rury. "Pertama, kami akan datangi bidan yang membantu
persalinan."
Berikutnya, tutur Rury, pihaknya akan mencari
orang yang mengasuh anak CV berinisial SA. Menurut dia, pengasuh itu
adalah orang yang disiapkan pelaku setelah mengetahui anggota jemaat
yang dicabuli hamil. "Sekarang bayi itu berusia hampir 2 tahun. Korban
sendiri hanya sekali bertemu dengan anaknya, yaitu saat persalinan,"
kata Rury.
Sementara itu, ucap dia, pelaku diduga melarikan
diri setelah kasus itu diekspose media. Kepolisian Daerah Metro Jaya
dinilai lambat menangani kasus tersebut, padahal keluarga sudah
melaporkan kasus itu pada 7 Agustus lalu setelah ada pengakuan dari
korban. "Baru kemarin kami dapat info Polda. Penyidik akan koordinasi
dengan kami," ujarnya.
Tempo yang menyambangi kediaman pendeta
cabul berinisial DM itu di Duren Jaya, Bekasi Timur, tak menemukannya.
Keluarga DM enggan menemui wartawan dan KPAI Kota Bekasi. Informasi dari
warga yang bertemu dengan keluarga, DM sudah tak lagi di rumah. "Dia
sudah pergi meninggalkan rumah," tutur salah satu warga.
CV
dicabuli DM di sebuah hotel kelas melati di Bekasi Timur sekitar
Februari 2013. Pelaku memaksa CV, yang merupakan anggota jemaatnya di
gereja di Bekasi Timur, dengan modus melayani gembala Tuhan. Pencabulan
itu dilakukan terus-menerus hingga akhirnya korban hamil.
Meski
begitu, pelaku tetap tak mau bertanggung jawab. Dia malah berkilah
bahwa korban tengah mengandung anak iblis. Jadi korban diminta ke
Semarang, Jawa Tengah, untuk disucikan di sebuah tempat. Lima bulan
kemudian, CV melahirkan bayi laki-laki. Ternyata pelaku sudah menyiapkan
orang yang akan mengadopsi bayi itu.
Belakangan, CV
mengadukan ke orang tuanya lantaran pelaku terus mendesak untuk meminta
berhubungan badan kembali. Hingga akhirnya, CV bercerita yang sebenarnya
kepada keluarga bahwa dia pernah dihamili sang pendeta hingga
melahirkan. Karena itu, DM pun dilaporkan ke polisi.
Kemendag Godok Naikkan HET Minyakita
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menyiapkan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat Minyakita. Langkah ini diambil menyusul kondi
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau Abaikan Sengketa Informasi Minta Gubernur dan Sekda Beri Sanksi Keras
Pekanbaru- Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau, H Erisman Yahya, MH yang mengabaikan bahkan melecehkan proses persidangan atau P
IRT Warga Desa Sungai Beringin Rengat Jadi Pengedar Narkoba, Pemasok Diringkus Sembunyi Diwisma
INHU - Peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu kembali terbongkar. Kali ini, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat, tak berkutik saat di
Hingga 30 April, 2.653 Jemaah Haji Riau Terbang ke Tanah Suci
PEKANBARU - Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Provinsi Riau telah memberangkatkan 2.653 jemaah haji asal Riau ke Tanah Suci hingga Rabu, 30 April 2026. Pemberangkatan dilakukan melalui enam kelomp
Abaikan Sengketa Informasi, Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau
Pekanbaru-Komisioner Komisi Informasi Provinsi Riau, H. Zufra Irwan, S.E., M.M., Sp.Ap, mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau, H. Erisman Yahya, M.H, yang mengabaikan bahkan melecehkan proses persidan