Selasa, 05 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi: Pelaku Kejahatan WNA di Bali Terbanyak dari Rusia dan Bulgaria

Hukrim

Polisi: Pelaku Kejahatan WNA di Bali Terbanyak dari Rusia dan Bulgaria

Jumat, 12 Apr 2019 10:15
Detik.com
Konpers Polda Bali tangkap 9 WN Bulgaria pelaku skimming
DENPASAR - Polisi meminta pihak Imigrasi untuk memperketat pengawasan terhadap turis asing yang masuk ke Bali, khususnya dari negara Rusia dan Bulgaria. Sebab, berdasarkan data yang dihimpun polisi, warga negara asing (WNA) dari kedua negara tersebut terbanyak melakukan kejahatan di Pulau Dewata.

"Kami minta memperketat pengawasan Imigrasi. Saya melihat jaringan ini memilih Bali sasaran empuknya untuk menguras harta-harta dari nasabahnya sehingga kita akan memperketat jaringan-jaringan terutama Bulgary dan Rusia. Karena pelaku paling banyak datanya skimming dan perampokan, Bulgaria dan Rusia," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan saat jumpa pers di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Jumat (12/4/2019).

Untuk kasus skimming, para WNA asal Bulgaria ini beberapa terpantau ada yang sudah pernah bolak-balik datang ke Bali. Menurut Andi, mereka memang sengaja menjadikan Bali sebagai lahan untuk menguras harta para korbannya.

"Sudah ada yang 2 bulan (tinggal di Bali), 3 bulan sesuai paspor yang kita amankan dan ada yang berulang-ulang habis datang lagi, kuras. Rata-rata mereka ini setelah banyak ada di bawa pulang ada juga yg digunakan happy-happy aja di sini, setiap hari bisa ambil Rp 2-3 juta. Jadi memang mereka datang ke sini untuk wisata tapi sekalian untuk melakukan kejahatan skimming," sesalnya.

Andi mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas para WNA pelaku kejahatan untuk memberi efek jera. Sebab, ulah para WNA pelaku skimming maupun perampokan ini telah mencoreng pariwisata Bali.

"Ke depan untuk memberi efek jera saya menyampaikan ke anggota untuk tegas bahkan kalau perlu kita lumpuhkan supaya mereka tidak menjadikan Bali ini tempat melakukan kejahatan," tuturnya.

Selama Operasi Sikat Agung 2019 ini polisi telah mengungkap 53 kasus pencurian dengan pemberatan dengan 56 tersangka, 3 kasus pencurian kekerasan dengan 5 tersangka, dan 14 pencurian kendaraan bermotor dengan 13 tersangka. Kegiatan Sikat Agung ini digelar selama 27 Maret-11 April 2019.



Sumber: detik.com
Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 23:34

    BREAKING NEWS: Serangan Rudal Iran Hantam Kapal AL AS di Selat Hormuz

    JAKARTA - Sebuah kapal patroli Angkatan Laut (AL) AS dilaporkan telah dihantam oleh dua rudal Iran di dekat Selat Hormuz, menurut laporan kantor berita Fars. Laporan tersebut mengklaim bahwa

  • Senin, 04 Mei 2026 23:32

    Prabowo Terbitkan Perpres Anak Tidak Sekolah, Ini 9 Kategori yang Jadi Sasaran!

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Perpres tersebut ditetapkan pada 26

  • Senin, 04 Mei 2026 23:30

    Prabowo Minta Kampus Bentuk Tim Bantu Pemda Selesaikan Masalah di Daerah

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta kampus membentuk tim guna membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam menyelesaikan permasalahan di daerah. Permasalahan tersebut, antara lain penanganan

  • Senin, 04 Mei 2026 23:27

    Restitusi PPN Dipangkas Jadi Rp1 Miliar, Ini Alasan Purbaya

    JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat kebijakan pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Langkah ini diambil guna mema

  • Senin, 04 Mei 2026 23:24

    Rupiah Makin Melemah Dekati Rp17.400 per Dolar AS

    JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.394 per dolar AS pada akhir perdagangan Senin (4/5/2026). Rupiah melemah me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.