Minggu, 03 Mei 2026
Polisi Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Jember, Diduga Gangguan Jiwa
admin
Senin, 18 Mei 2020 15:52
Polisi menangkap seorang ibu yang diduga membuang janin bayinya di aliran sungai persawahan di Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur. Namun penyidikan polisi terkendala karena jawaban yang diutarakan pelaku kerap berubah-ubah.
"Sudah kita temukan pelakunya. Tetapi pelaku ini agak linglung, jawabannya sering berubah-ubah. Selama pemeriksaan juga sering senyum-senyum sendiri. Sudah kita bawa ke psikiater di RSD dr Soebandi, dan diduga memang ada gangguan jiwa," papar AKP Gunawan Triono, Kapolsek Panti, saat dikonfirmasi awak media pada Senin (18/05).
SM (27), ibu yang membuang bayinya ke sungai ini, mengandung anak dari hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria, yang diduga masih kerabatnya sendiri.
"Masih kita cari pasangan prianya. Jawabannya berubah-ubah juga. Sempat bilang dihamili kakaknya di Surabaya, juga bilang (hasil berhubungan) dengan satpam," lanjut Gunawan.
SM saat ini berstatus janda dengan seorang anak yang sudah berusia 7 tahun. Sehari-harinya, dia tinggal bersama ibunya.
Kepada polisi, SM mengatakan alasannya membuang bayi yang baru dilahirkannya itu.
"Katanya ketika dilahirkan sudah meninggal. Tetapi kita tanya kenapa tidak dikubur, jawabannya juga tidak jelas. Dia mengaku bingung," tutur Gunawan.
Pengakuan bahwa bayi dibuang sudah dalam keadaan meninggal ini kemudian berpengaruh terhadap pasal yang akan dikenakan kepada SM.
"Ketika dibuang, bayinya sudah meninggal, maka ancaman hukumannya hanya 9 bulan. Karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun, tidak kita lakukan penahanan. Hanya wajib lapor saja," papar Gunawan.
Penemuan jenazah bayi di aliran sungai yang mengaliri persawahan di Dusun Gluduk, Desa Pakis, Kecamatan Panti, terjadi pada Kamis (14/05) pagi. Berawal dari seorang warga yang hendak buang hajat di aliran sungai. "Saat menyusuri sungai, menemukan jenazah bayi," papar Gunawan.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Panti kemudian mengumpulkan seluruh bidan desa. Pertemuan dilakukan bersama perangkat tiga pilar, yakni perangkat desa/kecamatan serta TNI.
"Hari itu juga kita telusuri. Kebetulan bidan desa itu punya data seluruh dukun bayi di seluruh desa di Kecamatan Panti. Malam itu juga akhirnya pelaku ditemukan," ucap Gunawan.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca